TIMES JAKARTA, JAKARTA – Sampai Sabtu (29/11/2025) hari ini, pemerintah Hong Kong memastikan bahwa tujuh pembantu rumah tangga WNI diantara jumlah sementara 128 korban tewas dalam kebakaran gedung apartemen di distrik Tai Po, Hong Kong.
Sedangkan 19 warga Filipina masih dinyatakan hilang, dan pemerintah Hong Kong saat ini sedang melakukan pengaturan khusus terhadap korban-korban warga negara lain.
Sementara itu seperti dilansir South China Morning Post, Departemen Dalam Negeri Hong Kong mendirikan titik belasungkawa di 18 distrik di kota tersebut yang akan mulai Sabtu hari ini hingga Senin besok.
Masa berkabung tiga hari di seluruh kota mulai Sabtu hari ini hingga Senin, bendera nasional dan Hong Kong juga telah dikibarkan setengah tiang
Selain 128 orang yang tewas termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, 79 orang lainnya terluka, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran
Sementara itu status 200 orang yang dinyatakan masih hilang juga tidak jelas.
Delapan blok hunian di kawasan tersebut telah menjalani renovasi sejak Juli 2024. Dalam pelaksanaan renovasi itu, gedung ditutupi dengan perancah bambu dan jaring hijau.
Pihak berwenang mengatakan bahan styrofoam yang sangat mudah terbakar juga digunakan dalam pekerjaan renovasi sehingga menyebabkan api menyebar dengan cepat.
Pemerintah telah meluncurkan penyelidikan kriminal untuk menemukan penyebab kebakaran tersebut.
Sejauh ini 11 orang telah ditangkap, 8 diantaranya dilakukan oleh unit anti-korupsi ICAC, dsn 3 lainnya oleh polisi dengan jeratan pasal pembunuhan.
Jumat kemarin, petugas pemadam kebakaran Hong Kong juga menemukan banyak jenazah yang gosong di menara yang menghitam setelah kebakaran dahsyat di gedung apartemen tersebut.
Sebagian besar mayat-mayat itu sulit dikenali karena dalam kondisi gosong setelah kebakaran itu berlangsung selama lebih dari 10 jam.
"Petugas memprioritaskan apartemen tempat mereka menerima lebih dari dua lusin panggilan bantuan selama kebakaran tetapi tidak bisa dijangkaunya, " kata wakil direktur Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong, Derek Armstrong Chan kepada wartawan.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.
Sekretaris Keamanan, Chris Tang mengatakan kepada wartawan di tempat kejadian, bahwa pencarian korban masih terus berlanjut dan jumlahnya masih bisa bertambah.
Sementara itu Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee bersama dengan pejabat utama pemerintah HKSAR dan pegawai negeri sipil, Sabtu hari ini menggelar upacara peringatan di kantor pusat pemerintah untuk memberikan penghormatan kepada para korban kebakaran gedung tempat tinggal di Tai Po.
Bendera nasional China dan bendera Daerah Administratif Khusus Hong Kong dikibarkan setengah tiang di semua gedung pemerintahan, termasuk kantor di luar negeri, juga akan mengibarkan bendera setengah tiang mulai Sabtu hingga Senin.
Buku-buku belasungkawa juga dipasang di seluruh 18 distrik di Hong Kong antara pukul 9 pagi dan 9 malam hingga Senin mendatang agar masyarakat bisa meninggalkan pesan mereka.
Hingga hari Sabtu, hari ini, hari keempat, pekerjaan penyelamatan berlanjut meskipun api yang berkobar di semua blok telah terkendali.
Kebakaran pertama kali dilaporkan hari Rabu lalu pukul 14.51 hari dengan cepat meningkat menjadi kebakaran tertinggi yang tercatat dalam alarm kebakaran No. 5. Asap hitam mengepul tinggi ke langit saat api dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan blok di kompleks tersebut.
Sampai hari ini pemerintah Hong Kong telah memastikan bahwa tujuh pembantu rumah tangga WNI ada diantara jumlah sementara 128 korban tewas dalam kebakaran gedung apartemen di distrik Tai Po, Hong Kong. (*)
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |