https://jakarta.times.co.id/
Berita

Stabilitas Ekonomi Dorong Rekor Baru IHSG

Senin, 05 Januari 2026 - 18:20
Stabilitas Ekonomi Dorong Rekor Baru IHSG Ilustrasi-Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (Foto: Istimewa)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pasar saham Indonesia mencetak tonggak baru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin sore ditutup menguat signifikan dan menembus level tertinggi sepanjang sejarah.

IHSG melesat 111,06 poin atau naik 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke level 859,77.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai penguatan IHSG didorong kombinasi sentimen positif domestik dan pergerakan bursa Asia yang solid. Data ekonomi nasional yang stabil menjadi katalis utama pasar.

Menurut Nico, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 kembali mencatatkan surplus, sementara inflasi tetap terkendali. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan, masih berada dalam rentang target Bank Indonesia.

Secara global, pelaku pasar tampak mengesampingkan ketegangan geopolitik pasca-serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Fokus investor justru tertuju pada data aktivitas bisnis China yang masih berada di zona ekspansif selama tujuh bulan beruntun.

Survei sektor swasta menunjukkan indeks aktivitas bisnis China berada di level 52,0 pada Desember 2025, sedikit melandai dari bulan sebelumnya. Presiden China Xi Jinping juga memberi sinyal kebijakan makro yang lebih agresif pada 2026 demi menjaga laju pertumbuhan.

Sepanjang perdagangan, IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan. Penguatan sektoral dipimpin sektor transportasi dan logistik yang naik 2,21 persen, disusul sektor bahan baku dan energi. Sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya yang melemah.

Aktivitas transaksi terbilang ramai dengan lebih dari 4 juta kali perdagangan dan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun. Mayoritas saham berakhir menguat, mencerminkan optimisme pasar yang kian solid.(*)

Pewarta : Hendarmono Al Sidarto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.