TIMES JAKARTA, JAKARTA – Saat Israel meningkatkan serangan genosidanya di Kota Gaza, Hamas melawan, dalam dua operasinya, Kamis (29/8/2025) mereka telah membuat satu tentara zionis mati dan sembilan lainnya luka-luka.
Dengan menggunakan kacamata penglihatan malam, Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menargetkan tank Merkava dan pengangkut personel lapis baja menggunakan rudal "Al-Yassin 105" di pusat Jabalia, utara Jalur Gaza.
Ia juga mengumumkan bahwa para pejuangnya, bersama dengan Brigade Al-Quds, Selasa lalu menargetkan pengangkut personel lapis baja Eitan Israel dengan rudal berpemandu Kornet, dan langsung menghantamnya di sebelah timur lingkungan Zeitoun di Kota Gaza.
Juru bicara Al-Qassam, Abu Obeida menyatakan bahwa rencana "kriminal" Israel untuk menduduki Gaza akan menghancurkan kepemimpinan politik dan militernya.
Ia menyatakan bahwa para pejuang Qassam berada dalam siaga tinggi dan siap, dan bahwa mereka akan memberi pelajaran keras pada Israel.
Sementara itu Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich kembali menyerukan untuk dilakukan pemusnahan terhadap penduduk jalur Gaza dengan ancaman, mereka yang tidak mati karena peluru akan mati kelaparan.
Seruan menteri ekstrimis ini berulang kali dikemukakan bersama pemerintah dan pejabat militer Israel sejak Pertempuran Banjir Al-Aqsa.
Dilansir Al Jazeera, Bezalel Smotrich juga menyerukan pemindahan paksa penduduk Jalur Gaza menyusul peristiwa serangan 7 Oktober 2023.
Ia menekankan perlunya memotong air, listrik, dan makanan ke Jalur Gaza. " Dan mereka yang tidak mati karena peluru, maka akan mati karena kelaparan," katanya.
Mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant , yang sedang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional, pernah sesumbar di awal agresi di Jalur Gaza bahwa tentaranya telah memberlakukan blokade menyeluruh terhadap Gaza, memutus pasokan air dan listrik, serta mencegah pasokan bahan bakar dan makanan.
Ia menyatakan niatnya untuk membasmi penduduk Jalur Gaza dengan menuduh mereka adalah "binatang berwujud manusia".
Bezalel Smotrich yang juga Ketua Partai Zionisme Religius itu, Kamis (28/8/2025) kemarin dalam konferensi pers memaparkan rencananya untuk meraih kemenangan di Gaza, menyatakan bahwa "masalah penduduk Gaza akan terselesaikan jika mereka beremigrasi secara sukarela," dengan mendeklarasikan "zona kemanusiaan bebas Hamas di poros Morag. "Kami akan membuka perlintasan Gaza untuk emigrasi sukarela," kata dia.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dicari oleh Mahkamah Kriminal Internasional juga menyerukan "dorongan emigrasi dari Jalur Gaza dan menganeksasi tanah Gaza untuk Israel."
Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), Cindy McCain memperingatkan tentang memburuknya kelaparan di Jalur Gaza, menekankan bahwa penduduk "tidak memiliki cukup makanan" dan bahwa krisis kemanusiaan semakin memburuk karena perang dan blokade terus berlanjut.
McCain mengatakan kepada Associated Press setelah kunjungannya ke Jalur Gaza minggu ini bahwa ia bertemu dengan para ibu dan anak-anak yang menderita kelaparan ekstrem, dan menekankan bahwa "kelaparan itu nyata dan masih berlangsung di Jalur Gaza."
Ia menekankan bahwa kota terbesar di Jalur Gaza sudah menderita kelaparan, dan risiko penyebarannya ke daerah lain kemungkinan besar terjadi kecuali gencatan senjata dicapai dan pembatasan bantuan kemanusiaan dicabut.
Ia menambahkan bahwa ia berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kebutuhan mendesak untuk mendatangkan lebih banyak bantuan, dan mencatat bahwa Netanyahu menyatakan keprihatinannya mengenai kekurangan pangan, meskipun sebelumnya ia menyangkal adanya kelaparan dan menganggapnya sebagai "propaganda" oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
"Kami sepakat tentang perlunya segera menggandakan upaya kami untuk mendatangkan lebih banyak bantuan kemanusiaan," kata McCain, seraya menambahkan, "Akses dan keamanan bagi konvoi kami sangat penting."
Meski demikian hingga saat ini Israel terus meningkatkan serangan genosidanya di Kota Gaza, namun Hamas melawan, dalam dua operasinya, Kamis (29/8/2025), dan mereka telah membuat satu tentara zionis itu mati dan sembilan lainnya luka-luka. (*)
Pewarta | : Widodo Irianto |
Editor | : Ferry Agusta Satrio |