https://jakarta.times.co.id/
Berita

85 Persen Warga Greenland Menolak Jadi Bagian AS: Kami Ingin Tetap Menjadi Greenlanders

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:27
85 Persen Warga Greenland Menolak Jadi Bagian AS: Kami Ingin Tetap Menjadi Greenlanders Pemimpin partai di Greenland menegaskan menolak bergabung dengan Amerika Serikat.

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong pengambilalihan Greenland kembali mendapat penolakan keras. Para pemimpin partai di Greenland menegaskan bahwa nasib wilayah itu bukan urusan Washington, melainkan keputusan rakyat Greenland sendiri.

Dalam pernyataan bersama pada Jumat malam waktu setempat, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen bersama empat ketua partai menyampaikan sikap tegas mereka. “Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami juga tidak ingin menjadi orang Denmark. Kami ingin menjadi warga Greenland,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Trump Desak Kesepakatan, Greenland Berkukuh Menolak

Trump sebelumnya kembali menyatakan minatnya mengakuisisi Greenland—wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark sekaligus bagian dari NATO. Ia menggambarkan pengambilalihan itu sebagai “cara mudah” agar AS memiliki kendali strategis di wilayah Arktik. Menurut Trump, jika bukan AS yang memiliki Greenland, maka “Rusia atau China akan mengambilnya,” dan hal itu dinilainya berbahaya bagi keamanan Amerika.

“Jika tidak dilakukan dengan cara mudah, kami akan lakukan dengan cara sulit,” ucap Trump tanpa menjelaskan langkah yang dimaksud. Gedung Putih kemudian menyatakan tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk opsi penggunaan kekuatan militer.

Senator AS Rand Paul menolak keras gagasan tersebut dan menyatakan akan “melakukan segala cara untuk menghentikan upaya pengambilalihan militer Greenland.”

“Masa Depan Greenland Ditentukan Rakyat Greenland”

Pemerintah Greenland kembali menekankan bahwa masa depan wilayah itu hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya. Mereka juga meminta agar Amerika menghentikan sikap yang dianggap merendahkan Greenland.

“Pekerjaan untuk menentukan masa depan Greenland dilakukan melalui dialog dengan rakyat Greenland dan berdasarkan hukum internasional. Tidak ada negara lain yang boleh ikut campur,” tulis para pemimpin partai dalam pernyataan tersebut.

Denmark, Greenland, dan AS telah bertemu di Washington pada Kamis lalu dan dijadwalkan kembali bertemu pekan depan untuk membahas desakan baru dari Gedung Putih.

Dampak Geopolitik Lebih Luas

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS dapat mengakhiri NATO. Denmark selama ini mengatur urusan pertahanan Greenland dan menyediakan subsidi serta dukungan militer untuk wilayah yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa itu.

Sebagian besar warga Greenland tidak setuju dengan gagasan menjadi bagian dari Amerika. Menurut laporan BBC, 85 persen warga Greenland menolak pengambilalihan oleh AS. Mayoritas juga mendukung kemerdekaan penuh dari Denmark, meski negara Nordik tersebut masih menjadi penopang ekonomi dan keamanan utama Greenland.

Seorang seniman Greenland, Potter Pilu Chemnitz, bahkan menyampaikan bahwa warga setempat “lelah dengan Presiden AS” dan hanya ingin Greenland dibiarkan mengurus urusannya sendiri.

Diplomat Denmark sekaligus mantan duta besar untuk NATO, Michael Zilmer-Johns, menyebut ambisi Trump sebagai “penghinaan terhadap sekutu yang telah bersama AS di Afghanistan, Irak, dan berbagai operasi internasional lainnya.” (*)

Pewarta : Antara
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.