TIMES JAKARTA, JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Venezuela, Sergey Melik-Bagdasarov, menegaskan bahwa perjanjian kemitraan dan kerja sama strategis antara Rusia dan Venezuela menjadi tolok ukur utama dalam pengembangan hubungan bilateral kedua negara ke depan. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, baru-baru ini.
Melik-Bagdasarov menyatakan bahwa perjanjian tersebut, yang telah berlaku efektif, akan menjadi pedoman dalam memperkuat kerja sama komprehensif di berbagai bidang, termasuk di tengah tekanan geopolitik global saat ini.
“Perjanjian antar pemerintah tentang kemitraan dan kerja sama strategis, yang telah mulai berlaku, adalah satu-satunya prinsip panduan untuk penguatan hubungan kita secara komprehensif lebih lanjut,” ujarnya kepada RIA Novosti setelah pertemuan dengan Yvan Gil.
Kerja sama ini tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik yang kuat, tetapi juga arah strategis kedua negara dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. Melik-Bagdasarov menambahkan bahwa pelaksanaan tugas-tugas yang diidentifikasi dalam kontak bilateral di tingkat tertinggi akan terus dilanjutkan sesuai agenda yang telah disepakati.
Perjanjian kemitraan ini sendiri ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 7 Mei 2025 di Moskow. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di berbagai sektor seperti ekonomi, energi, pertambangan, dan bidang strategis lainnya, serta menegaskan sikap bersama kedua negara terhadap tindakan koersif serta kebijakan restriktif sepihak di kancah internasional.
Dokumen kerja sama yang telah diratifikasi oleh parlemen Rusia mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperluas hubungan dalam konteks politik, ekonomi, dan keamanan, termasuk dialog diplomatik yang intensif di berbagai forum internasional.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, dalam pertemuan tersebut juga menerima jaminan dukungan dan solidaritas dari Moskow, terutama menyusul meningkatnya ketegangan militer dan tekanan dari Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin. Rusia sendiri terus menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Venezuela dan menolak intervensi sepihak yang dianggap melanggar prinsip hukum internasional.
Hubungan strategis antara Rusia dan Venezuela, yang diperkuat melalui perjanjian resmi ini, dipandang sebagai pilar stabilitas dalam kerja sama bilateral meskipun di tengah tantangan geopolitik global, termasuk persaingan kekuatan besar. Implementasi dari kerja sama ini akan terus menjadi fokus utama kedua negara dalam periode mendatang. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perjanjian Kemitraan Strategis Rusia–Venezuela Jadi Landasan Utama Penguatan Hubungan di Tengah Ketegangan Global
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |