https://jakarta.times.co.id/
Berita

Peringati Hari Suci Tumpek Uye, Ditjen Bimas Hindu Kemenag Lepaskan Satwa dan Tanam Pohon

Jumat, 06 Februari 2026 - 20:33
Peringati Hari Suci Tumpek Uye, Ditjen Bimas Hindu Kemenag Lepaskan Satwa dan Tanam Pohon Umat Hindu di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta usai melakukan pelepasan satwa. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Menyambut Hari Suci Tumpek Uye, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) melakukan pelepasan ribuan burung dan penanaman pohon di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta pada Jumat (6/2/2026). 

Seperti yang diketahui Hari Suci Tumpek Uye dirayakan setiap enam bulan sekali (210 hari) atau sesuai dengan penanggalan kalender bali yang jatuh pada setiap hari Sabtu Kliwon Wuku Uye. Makna dari Tumpek Uye adalah wujud syukur dan terima kasih kepada hewan/satwa.

“Kegiatan pelepasan satwa yang kita lakukan hari ini merupakan simbol pembebasan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap kehidupan sebagai bagian dari semesta,” ucap Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija saat pelepasan satwa di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Bogor Jawa Barat.

Tidak hanya di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta saja, lanjut Dirjen Bimas Hindu, kegiatan pelepasan burung dalam memperingati Hari Suci Tumpek Uye juga diselenggarakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia dengan melibatkan pembimas Hindu, penyuluh agama Hindu, sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan Hindu, satuan pendidikan dasar dan menengah Hindu, serta organisasi kemasyarakatan Hindu.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menambahkan bahwa pelepasan satwa dan penanaman pohon pada Hari Suci Tumpek Uye sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia Asri, mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

“Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Bimas Hindu bisa berkontribusi kepada negara untuk senantiasa membuat setiap rumah ibadah, setiap burung harus aman, sehat, resik, dan indah. Keindahan itu tidak hanya semata-mata hiasan, tetapi juga hiasan karena semesta,” sebutnya. 

Selain pelepasan satwa, rangkaian peringatan Tumpek Uye juga diisi dengan penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia dengan total mencapai 15.000 pohon. Kegiatan ini, kata Duija, merupakan implementasi nyata ekoteologi dalam praktik keagamaan Hindu.

“Umat Hindu secara konsisten melaksanakan Tumpek Uye sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan alam. Ini adalah kontribusi kami agar semesta tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tandasnya. (*)

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.