PVMBG Ingatkan Potensi Banjir Lahar Dingin di Wilayah Gunung Api Aktif
Kolom abu vulkanik membumbung keluar dari kawah Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, Selasa (21/11/2023). (FOTO: ANTARA/HO-PVMBG).

PVMBG Ingatkan Potensi Banjir Lahar Dingin di Wilayah Gunung Api Aktif

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin ... ...

TIMES Jakarta,Kamis 4 Januari 2024, 11:43 WIB
17K
A
Antara

JAKARTAPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin yang sering terjadi selama musim hujan di wilayah gunung api aktif.

Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Ahmad Basuki, mengingatkan masyarakat, termasuk pekerja tambang pasir, untuk mewaspadai aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu ke puncak gunung. Dia juga menekankan pentingnya berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api setempat.

"Gunung api yang saat ini mengalami erupsi abu tentunya mempunyai potensi terjadinya lahar dingin yang lebih tinggi dibanding gunung api lainnya," kata Ahmad, dikutip Antara, Kamis (4/1/2024).

Beberapa gunung api yang berpotensi mengalami banjir lahar dingin termasuk Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Marapi (Sumatera Barat), Gunung Ibu dan Gunung Dukono (Maluku Utara), Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotolok (Nusa Tenggara Timur).

Lahar merupakan bahaya sekunder dari aktivitas erupsi gunung api, di mana endapan material erupsi mengisi lembah-lembah yang berhulu di pusat erupsi. Material tersebut, seperti bongkah dan abu, dapat membentuk lumpur jika tercampur dengan air.

Ada empat faktor utama yang mempengaruhi pembentukan lahar, yaitu penumpukan material erupsi, air hujan, gravitasi, dan bentuk lembah. Jika keempat faktor tersebut terpenuhi, material yang mengendap di lembah-lembah gunung api dapat turun ke bagian hilir sungai, menciptakan banjir lahar dingin.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa angin barat atau Monsun Asia pembawa hujan telah tiba di Indonesia pada awal Januari 2024. 

Kedatangan Monsun Asia tersebut menandai awal musim hujan setelah tertundanya jadwal normal akibat pengaruh El Nino.

Periset Klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa awal musim hujan tertunda hingga lima dasarian karena pengaruh El Nino. Padahal secara normal angin dari utara atau barat sudah ada pada November dasarian dua, tetapi baru pada Januari dasarian satu, angin tersebut mulai eksis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.