Antam Amankan 6 Ton Emas per Tahun, Pasokan Industri Dalam Negeri Kian Kokoh
Antam teken GSPA 6 ton emas per tahun dengan BSI dan PETS. Langkah ini memperkuat pasokan domestik, integrasi hulu-hilir, dan posisi emas nasional berstandar LBMA.
JAKARTA – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam menandatangani gold sales and purchase agreement (GSPA) dengan volume transaksi sebesar 6 metrik ton emas per tahun untuk memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik.
“Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas Antam sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia,” ujar Direktur Komersial Antam Handi Sutanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Antam dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang merupakan anggota holding Merdeka Group.
Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar 3 metrik ton emas per tahun. Dalam skema ini, Antam bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual.
Handi menyampaikan, Antam berperan sebagai penghubung penambang dengan pasar, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
“(Emas) dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ucap Handi.
Melalui GSPA ini, tutur Handi, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Handi menambahkan kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan brand emas Antam.
“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” ucapnya.
Handi juga menegaskan bahwa sebagai brand emas nasional, Antam tidak luput dari perhatian publik, termasuk media sosial. Namun, perusahaan memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kecintaan masyarakat terhadap brand emas nasional.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku,” ucap Handi.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro menyampaikan kerja sama dengan Antam merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional.
“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ucap Albert. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




