Puluhan UMKM Manfaatkan Kultura Market RSUD Koja untuk Tingkatkan Penjualan
bazar ini tidak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, tetapi juga membantu menggerakkan roda perekonomian.
TIMESINDONESIA – Bazar Kultura Market yang digelar di RSUD Koja, Jakarta Utara, menjadi ajang bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk kuliner hingga pakaian kepada pengunjung rumah sakit. Kegiatan ini berlangsung pada 10–13 Maret 2026.
Beragam makanan seperti kolang kaling, buko, asinan, tekwan, somay, hingga dimsum dijajakan para pedagang di area bazar yang tersebar di beberapa titik rumah sakit.
Syafrina (24), salah satu pedagang, mengaku bersyukur bisa berjualan hari ini meski setiap UMKM hanya mendapat giliran satu hari. Menurutnya, sistem pergantian ini dibuat agar semua peserta memiliki kesempatan yang adil untuk menjajakan produk mereka.
“Aku mulainya tadi dari jam delapan pagi. Sebenarnya harusnya dari jam enam, tapi tadi kita start di jam delapan lewat,” ujarnya.

Produk yang dijual Syafrina antara lain kolang kaling, kentang Mustofa, dan kue lebaran yang merupakan titipan orang, serta es teh buatan sendiri. Menurutnya, bazar ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan produknya ke lebih banyak konsumen, yang selama ini terbatas dijual di tempatnya sendiri.
“Dampaknya menurut saya sih, cukup baik ya. Karena kan sebagai UMKM kita kan terbatas khususnya promosi. Jadi dengan adanya fasilitas ini kita merasa terbantu banget untuk promosikan produk yang kita jual,” ungkapnya.
Di sisi lain, Aliya (30), salah satu pedagang, menambahkan bahwa bazar memudahkan pegawai rumah sakit membeli makanan tanpa harus keluar, sekaligus memberikan peluang pendapatan yang lebih besar bagi UMKM.
“UMKM membantu sih, biasanya memang diadainnya nggak cuma di sini. Selama Ramadan ini sudah beberapa kali acara seperti ini,” kata Aliya.
Aliya menjelaskan, pengunjung terbanyak datang dari pegawai rumah sakit, kemudian pasien yang sedang kontrol kesehatan. Menurutnya, momen bazar seperti ini turut meningkatkan penjualan produk UMKM.
Pantauan wartawan menunjukkan bazar tersebar di beberapa titik, yakni belasan tenant di dalam lobi rumah sakit, sekitar sembilan tenda di halaman, serta delapan tenant di teras lobi utama. Produk yang dijual meliputi makanan, minuman, hingga pakaian.
Menurut Syafrina, berjualan di bazar memberikan keuntungan lebih karena jumlah konsumen yang datang lebih banyak dibandingkan di tempat usaha miliknya.
“Kalau di bazar kan biasanya tempatnya lebih luas ya dan lingkup konsumennya juga lebih banyak. Perbandingan konsumen sih lebih banyak dibanding kalau di tempat sendiri. Pendapatan omsetnya meningkat gitu,” jelasnya.
Kultura Market merupakan hasil kolaborasi antara RSUD Koja dan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM mempromosikan produk mereka sekaligus menjaga ketersediaan pangan.
Bazar ini juga melibatkan empat BUMD sektor pangan, yaitu Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perum Bulog DKI Jakarta.
Selain itu, sebanyak 30 Jakpreneur binaan Sudin KPKP Jakarta Utara dan 20 UMKM binaan RSUD Koja turut meramaikan kegiatan dengan berbagai produk olahan pertanian, peternakan, perikanan, serta pakaian.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menyatakan kegiatan ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya.
“Kultura Market merupakan agenda rutin untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi pelaku UMKM mempromosikan produknya,” ujarnya, dikutip dari website berita resmi Pemprov DKI Jakarta (10/3/2026).
Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Koja, Nuniek Ria Sundari, menambahkan bazar ini tidak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, tetapi juga membantu menggerakkan roda perekonomian di wilayah Koja dan Jakarta Utara.
“Selain memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, bazar ini juga membantu menggerakkan roda perekonomian di wilayah Koja dan Jakarta Utara,” ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

