Jatim–DKI Jakarta Gelar Misi Dagang dan Investasi, Perkuat Sinergi Ekonomi Antardaerah
Pemprov Jatim dan Pemprov DKI Jakarta menggelar Misi Dagang dan Investasi untuk memperkuat sinergi ekonomi. Khofifah optimistis kolaborasi dua provinsi dengan ekonomi terbesar ini akan membuka pasar lebih luas.
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Misi Dagang dan Investasi sebagai upaya memperkuat jejaring konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/3/2026) di Menara Peninsula Hotel ini menjadi momentum strategis untuk membuka peluang kerja sama, memperluas akses pasar, serta meningkatkan sinergi perdagangan dan investasi antara kedua provinsi.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto.
Informasi yang dihimpun, sebanyak 100 pelaku usaha dari Jakarta dan 75 pelaku usaha dari Jawa Timur turut hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari beragam sektor, mulai pengusaha kain tenun Kabupaten Kediri, pengusaha rokok Kabupaten Sidoarjo, pengusaha gula Surabaya, hingga pengusaha garam Kabupaten Sumenep.
Khofifah menyampaikan bahwa pelaku usaha di Jawa Timur tidak sebesar di Jakarta. Karena itu, kolaborasi menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi daerah.
“Kami harus berikhtiar memaksimalkan seluruh energi, memaksimalkan sinergi, memaksimalkan kolaborasi, karena saya meyakini masing-masing daerah di Indonesia ini punya keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jakarta sebagai ibu kota merupakan pintu pembuka perdagangan yang lebih luas, bahkan hingga pasar global. Menurutnya, kerja sama ini menjadi komitmen awal untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua daerah.
Khofifah juga menekankan bahwa Jakarta dan Jawa Timur merupakan dua daerah dengan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia. Ia optimistis sinergi keduanya akan menghasilkan nilai tambah yang signifikan.
“Dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia, DKI Jakarta dan Jawa Timur sebagai nomor satu dan nomor dua, jika saling bergandengan tangan, kita cari nilai tambah masing-masing dan menemukan market yang lebih besar dan lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Uus Kuswanto menyebut forum misi dagang ini sebagai langkah strategis dalam pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.
Menurutnya, kerja sama tersebut diyakini berdampak langsung pada masyarakat di kedua wilayah. Ia menilai misi dagang menjadi instrumen penting untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasokan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis kolaborasi antardaerah.
“Jakarta sebagai pusat konsumsi, jasa, keuangan, dan distribusi nasional memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Jawa Timur merupakan motor produksi nasional dengan basis industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang kuat,” ujarnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




