Pemerintah Terus Intervensi Pasar Obligasi Hadapi Volatilitas Global
Ilustrasi. Kemenkeu pastikan masih intervensi pasar obligasi guna jaga rupiah. (Foto:

Pemerintah Terus Intervensi Pasar Obligasi Hadapi Volatilitas Global

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melakukan intervensi di pasar sekunder dengan membeli kembali SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

TIMES Jakarta,Senin 25 Mei 2026, 22:07 WIB
502
A
Antara

JakartaKementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk terus melakukan intervensi di pasar obligasi negara. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang rentan terdampak oleh volatilitas pasar keuangan global saat ini.

Direktur Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, memastikan bahwa aksi pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) masih terus berlangsung hingga hari ini. Kendati demikian, dirinya belum bersedia merinci total nilai realisasi terbaru dari pembelian obligasi tersebut.

"Masih (berlangsung)," kata Prima saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ketika disinggung mengenai perkembangan nilai realisasi dibandingkan dengan capaian sebelumnya yang berada di angka Rp600 miliar, Astera mengisyaratkan adanya pergerakan yang terus meningkat.

"Ya, progresnya makin baik lah," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengambil langkah aktif membeli kembali obligasi di pasar sekunder sebagai instrumen pendukung untuk menstabilkan pergerakan rupiah. Aksi korporasi negara ini dijalankan melalui mekanisme pengelolaan kas pemerintah atau cash management.

Optimalisasi Pengelolaan Kas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjelaskan bahwa langkah intervensi pasar ini sejauh ini baru dioptimalkan melalui skema pengelolaan kas internal pemerintah. Kemenkeu belum memperluas intervensi tersebut ke mekanisme luar lainnya.

“Ada dua cara masuk melalui framework, atau melalui cash management kita sendiri. Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMI (PT Sarana Multi Infrastruktur) dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah. Kemarin aja saya sudah targetkan Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar,” jelas Purbaya.

Dalam upaya menjaga stabilitas pasar surat utang domestik agar tidak tertekan lebih dalam, Purbaya memanfaatkan Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund). Guna memperkuat daya gedor intervensi tersebut, sebelumnya ia sempat meminta alokasi dana hingga Rp2 triliun per hari untuk dialirkan langsung ke pasar obligasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.