Kenaikan Pertamax Sumbang Inflasi 0,3-0,7 Poin, Ekonom Unpad: Masih Terkendali
Pakar energi Unpad Yayan Satyakti menilai kenaikan Pertamax menambah inflasi 0,3-0,7 poin. Tanpa kenaikan, inflasi 2026 diperkirakan 2,6 persen, menjadi 3,3 persen dengan kenaikan ini. Dampak terasa hingga Agustus.
JAKARTA – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai kenaikan harga BBM jenis Pertamax menyumbang kenaikan inflasi di kisaran 0,3–0,7 poin, namun dampaknya masih terkendali. “Kenaikan Pertamax menambah inflasi tahun ini sekitar 0,3–0,7 poin, terasa, tetapi masih terkendali selama harga Pertalite dan solar subsidi tidak ikut naik,” ujar Yayan, Sabtu (13/6/2026).
Yayan menjelaskan, tanpa kenaikan harga Pertamax, inflasi 2026 diperkirakan sekitar 2,6 persen. Dengan kenaikan ini, proyeksi inflasi 2026 berada di kisaran 3,3 persen. “Artinya, kenaikan Pertamax menambah sekitar 0,7 poin persen. Dampak terasa paling kuat pada Juni, Juli, dan Agustus,” katanya.
Angka inflasi masuk sebagian di Juni karena survei harga berjalan sepanjang bulan, tarif angkutan menyesuaikan di Juli, dan produsen menaikkan harga barang di Agustus. “Setelah itu, penyesuaian selesai. Ini kenaikan harga satu kali, bukan inflasi yang terus berlari. Inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia 2,5 plus-minus 1 persen,” ujar Yayan.
Perhitungan tersebut berasal dari model statistik atas data inflasi BPS 150 kota (2019–2026), data volume BBM BPH Migas 2024, riwayat harga Pertamina 2018–2026, dan sistem permintaan rumah tangga dari SUSENAS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga mengumumkan mulai 10 Juni 2026 harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

