Kredit Tembus Rp8.557 Triliun pada Januari 2026,  Intermediasi Bank Menguat
TIMES Jakarta/Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (ketiga dari kanan) memaparkan materi konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Kredit Tembus Rp8.557 Triliun pada Januari 2026, Intermediasi Bank Menguat

Kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96% jadi Rp8.557 triliun. DPK, likuiditas, dan modal kuat, NPL terjaga di tengah ketidakpastian global.

TIMES Jakarta,Selasa 3 Maret 2026, 21:03 WIB
145
A
Antara

JAKARTAIndustri perbankan membuka tahun 2026 dengan akselerasi solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit pada Januari 2026 menembus Rp8.557 triliun, tumbuh 9,96 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, di Jakarta, Selasa (3/3/2026), menegaskan, kinerja intermediasi perbankan tetap ekspansif dengan profil risiko yang terjaga. Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan sektor perbankan dalam menjaga fungsi pembiayaan di tengah dinamika ekonomi global.

Secara sektoral, kredit investasi menjadi motor utama dengan lonjakan 22,38 persen yoy, disusul kredit konsumsi 6,58 persen yoy. Sementara itu, kredit modal kerja tetap tumbuh positif sebesar 4,13 persen yoy, menandakan aktivitas usaha domestik yang terus bergerak.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07 persen yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43 persen yoy.

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,32 persen. Per Januari 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 20,15 persen yoy menjadi Rp27,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,23 juta.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 121,23 persen dan 27,54 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 197,92 persen.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen.

Loan at risk (LaR) tercatat sebesar 9,01 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,49 persen.

Adapun permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,87 persen, menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.