Fiskal 2027 Disepakati: Target Pendapatan Naik, Defisit Tetap Dijaga Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) menanggapi hasil kesepakatan dalam Rapat Kerja Pengambilan Keputusan atas KEM-PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (11/6/2027). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Fiskal 2027 Disepakati: Target Pendapatan Naik, Defisit Tetap Dijaga Aman

DPR dan pemerintah menaikkan target rasio pendapatan negara 2027 menjadi 12,01-12,40 persen PDB, disertai target pertumbuhan ekonomi hingga 6,5 persen.

TIMES Jakarta,Kamis 11 Juni 2026, 21:21 WIB
118
A
Antara

JAKARTAKomisi XI DPR RI bersama pemerintah menyepakati kenaikan batas bawah rasio pendapatan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 menjadi 12,01 persen, naik dari usulan awal 11,82 persen.

Sementara itu, batas atas tetap dipertahankan di level 12,40 persen, sehingga target rasio pendapatan negara tahun 2027 berada pada kisaran 12,01–12,40 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kepatuhan pajak, perluasan basis pajak, optimalisasi sistem Coretax, serta penyesuaian terhadap perkembangan perpajakan global dan ekonomi digital.

Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan dari sumber daya alam, meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum, serta menghadirkan insentif fiskal yang terukur guna mempercepat investasi.

Menurut Purbaya, kenaikan target pendapatan negara masih tergolong realistis karena tidak jauh berbeda dari capaian saat ini.

Dalam rapat yang sama, DPR dan pemerintah juga menyepakati defisit anggaran tahun 2027 berada pada kisaran 1,80–2,40 persen terhadap PDB. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah 3 persen PDB dan rasio utang di bawah 60 persen PDB.

Untuk mendukung pembiayaan pembangunan, pemerintah akan mengoptimalkan peran Danantara, SMV, BLU, dan SWF, serta memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bantalan fiskal menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah juga memastikan program prioritas tetap berjalan efektif melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta perbaikan iklim investasi melalui deregulasi dan penyelesaian hambatan usaha.

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5 persen
  • Inflasi: 1,5–3,5 persen
  • Nilai tukar rupiah: Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS
  • Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5–7,3 persen

Target Pembangunan 2027

  • Pengangguran terbuka: 4,30–4,87 persen
  • Kemiskinan: 6,0–6,5 persen
  • Kemiskinan ekstrem: 0 persen
  • Gini ratio: 0,362–0,367
  • Indeks modal manusia: 0,575
  • Kesejahteraan petani: 0,8038
  • Penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen
  • GNI per kapita: 5.800–5.840 dolar AS
  • Indeks kualitas lingkungan hidup: 76,84. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.