Meningkatnya Permintaan Produk Ramah Lingkungan Pacu Investasi Ekonomi Sirkular
Meningkatnya tren penggunaan produk reusable di kalangan generasi muda dinilai menjadi angin segar bagi perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia.
Jakarta – Meningkatnya penggunaan produk ramah lingkungan yang dapat digunakan kembali (reusable) di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai menjadi angin segar bagi industri hijau. Tren positif ini diproyeksikan mampu mendorong percepatan ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia seiring melonjaknya permintaan pasar terhadap produk yang berkelanjutan.
Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Rani Septyarini, menjelaskan bahwa adopsi gaya hidup bebas sampah ini linear dengan upaya pemulihan lingkungan global.
"Tren ini bisa mendorong perkembangan ekonomi sirkular karena penggunaan produk reusable pada dasarnya sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memperpanjang usia pakai produk dan mengurangi sampah," kata Rani pada Rabu (10/6/2026).
Menurut Rani, tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu kelestarian bumi secara perlahan telah mengubah lanskap pola konsumsi massal. Konsumen kontemporer saat ini cenderung lebih kritis dalam menimbang dampak ekologis dari setiap produk yang hendak mereka beli.
Mengubah Perilaku Konsumen Menjadi Peluang Pasar
Perubahan fundamental pada perilaku konsumen ini dinilai bakal menjadi stimulus kuat bagi para pelaku usaha untuk segera bermigrasi menyediakan produk yang lebih ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Rani menjabarkan bahwa indikator keputusan pembelian di kalangan anak muda kini telah bergeser. Aspek harga tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan utama. Mereka mulai mendalami rantai pasok produksi, jejak karbon yang dihasilkan, hingga nilai sosial (social value) yang diusung oleh sebuah korporasi.
“Ketika permintaan terhadap produk yang berkelanjutan terus meningkat, pelaku usaha akan memiliki insentif ekonomi untuk berinvestasi pada desain produk yang lebih tahan lama, penggunaan bahan daur ulang, hingga sistem pengelolaan limbah yang lebih baik,” ujarnya.
Insentif Ekonomi Baru di Berbagai Sektor
Menurut peneliti lulusan Universitas Airlangga tersebut, masifnya permintaan pasar terhadap komoditas berbasis keberlanjutan ini secara otomatis membuka keran implementasi ekonomi sirkular di lintas sektor usaha.
Hadirnya tren ini tidak hanya menekan potensi kerusakan lingkungan, melainkan juga melahirkan ceruk bisnis baru yang menjanjikan lewat perancangan model produksi dan konsumsi yang jauh lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya alam.
"Artinya, perubahan perilaku konsumen ini bisa menjadi pendorong pasar untuk menuju ekonomi sirkular. Makin besar permintaan produk yang berkelanjutan, makin besar pula peluang ekonomi sirkular berkembang," pungkas Rani. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

