TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Utara secara resmi mengundang masyarakat untuk menyelami kembali sejarah maritim Nusantara melalui pameran instalasi seni bertajuk “Crimson Gilt”. Pameran yang sarat akan makna sejarah ini akan berlangsung di Museum Bahari Jakarta mulai 7 Februari hingga 7 April 2026.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menjelaskan bahwa eksibisi ini bukan sekadar pameran seni visual biasa, melainkan sebuah ruang refleksi atas sejarah panjang perdagangan global.
“Pameran ini mengajak publik merefleksikan kembali jejak sejarah maritim Nusantara dalam konteks kolonialisme dan jaringan perdagangan global,” ujar Fredy di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pameran ini menggunakan simbolisme warna yang kuat: emas (gilt) sebagai lambang kemakmuran dari rempah-rempah, dan merah (crimson) yang menandai memori kolonial yang menyertainya. Lokasi Museum Bahari dipilih karena bangunan tersebut merupakan bekas gudang VOC di masa Batavia, menjadikannya saksi bisu transformasi Jakarta sebagai pusat kekuasaan kolonial.
“Bangunan ini menjadi saksi bisu aktivitas maritim dan perdagangan kolonial yang membentuk Jakarta," tambah Fredy.
Selain instalasi seni karya seniman Vincent Ruijters, publik juga berkesempatan mengikuti Public Artist Talk bersama Vincent de Rijk pada 28 Februari 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian menyongsong Peringatan 500 Tahun Kota Jakarta, sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menghargai akar sejarahnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Retno Setiowati, menambahkan bahwa proyek ini merupakan kolaborasi internasional yang menghubungkan tiga negara: Indonesia, Jepang, dan Belanda.
“Pameran ini menempatkan Jakarta sebagai kota yang aktif membangun dialog lintas negara melalui praktik seni dan kebudayaan kontemporer,” jelas Retno.
Proyek "Crimson Gilt" menghubungkan Museum Bahari Jakarta dengan Hirado Dutch Trading Post di Jepang dan Het Scheepvaartmuseum Amsterdam di Belanda. Sebelum mendarat di Jakarta, pameran ini telah sukses digelar di Hirado dan dijadwalkan akan dipamerkan di Amsterdam pada September 2026 mendatang.
Melalui pameran ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memetik pelajaran berharga tentang identitas bangsa dan posisi strategis Jakarta dalam jaringan maritim dunia.
“Kami berharap pameran ini memberikan manfaat dan menjadi pelajaran berharga dalam membangun masa depan bangsa,” pungkas Fredy Setiawan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Menelusuri Memori Maritim Nusantara Lewat Instalasi Seni 'Crimson Gilt' di Museum Bahari
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |