Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Begini Cara Aman Konsumsi Daging Kurban Menurut Medis
Ilustrasi - Olahan makanan dari daging. (FOTO: Freepik)

Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Begini Cara Aman Konsumsi Daging Kurban Menurut Medis

Dokter Umum dr. Irwan Heriyanto ingatkan masyarakat, khususnya penderita hipertensi, untuk mengontrol konsumsi daging dan santan saat Idul Adha demi cegah gangguan kesehatan.

TIMES Jakarta,Selasa 26 Mei 2026, 00:04 WIB
585
A
Antara

JakartaPraktisi kesehatan sekaligus dokter umum, dr. Irwan Heriyanto, MARS, mengingatkan masyarakat untuk tetap mengontrol pola makan selama perayaan Idul Adha. Langkah ini krusial agar konsumsi daging, makanan bersantan, serta hidangan tinggi lemak secara berlebihan tidak memicu gangguan kesehatan serius, terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol, maupun penyakit metabolik lainnya.

“Kalau berkaitan menjalani Idul Adha, saya pikir itu kembali kepada diri masing-masing, jadi kita harus kontrol juga terhadap apa yang harus diperhatikan dan difokuskan dengan kebutuhan kita sendiri, apa sih yang menjadi keluhan kita,” ujar dokter jebolan Universitas Indonesia tersebut saat ditemui di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Irwan mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam pola konsumsi yang berlebihan, meskipun persediaan daging kurban di rumah cenderung melimpah selama momen hari raya tersebut.

“Pokoknya apapun yang serba berlebihan itu kalau bisa dihindari,” tegasnya menambahkan.

Menurutnya, penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) wajib ekstra waspada terhadap hidangan khas Idul Adha. Sajian seperti gulai, kari, maupun olahan daging berlemak umumnya memiliki kadar garam dan kandungan santan yang cukup tinggi.

“Terutama yang hipertensi, jangan terlalu banyak makan yang asin-asin, terutama biasanya masakan-masakan saat Idul Adha seperti gulai dan lain sebagainya itu cukup berat, hindari,” paparnya.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan secara medis mengapa garam menjadi musuh utama bagi penderita tekanan darah tinggi. Kandungan natrium di dalam garam memiliki sifat mengikat cairan di dalam tubuh, sehingga berdampak langsung pada sistem peredaran darah.

“Karena garam itu mengandung natrium, natrium menarik air dari tubuh sehingga kandungan natrium tersebut bisa menyebabkan tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, itu akan memperburuk hipertensi,” urainya terperinci.

Guna menekan risiko kesehatan tersebut, ia menyarankan masyarakat—khususnya penderita hipertensi—untuk beralih menggunakan jenis garam alternatif yang memiliki kadar natrium lebih rendah.

Di samping membatasi asupan makanan asin, masyarakat juga dianjurkan untuk menyortir atau mengurangi porsi lemak pada daging kurban. Hal ini penting dilakukan agar kadar kolesterol di dalam tubuh tetap terjaga di ambang batas aman.

“Kalau memang ingin makan yang agak sedikit banyak, lemaknya yang dikurangi, kalau asin, gunakan garam khusus, garam dengan kandungan rendah natrium,” saran Irwan.

Mengingat mayoritas rumah tangga biasanya memasak hidangan dalam porsi besar untuk menjamu keluarga dan kerabat, stok makanan sering kali melimpah hingga beberapa hari. Terkait hal ini, Irwan mewanti-wanti masyarakat agar tidak terus-menerus mengonsumsi makanan berat dari pagi hingga malam hari tanpa kontrol.

“Intinya emang tipsnya menahan diri, jangan lapar mata,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.