Lukaku Selamatkan Napoli, Inter Milan Kian Perkasa
TIMES Jakarta/Penyerang Napoli, Romelu Lukaku merayakan golnya.

Lukaku Selamatkan Napoli, Inter Milan Kian Perkasa

Romelu Lukaku menjadi pahlawan kemenangan Napoli saat menang 2-1 atas Hellas Verona.

TIMES Jakarta,Minggu 1 Maret 2026, 08:31 WIB
92
W
Wahyu Nurdiyanto

JAKARTAGol jelang akhir pertandingan kerap menjadi penentu klasemen. Namun bagi Romelu Lukaku, gol pada detik akhir itu jauh melampaui sekadar tiga poin bagi timnya Napoli. Itu adalah simbol kebangkitan pribadi setelah musim yang digerogoti cedera dan duka keluarga.

Striker asal Belgia tersebut mencetak gol pertamanya musim ini tepat pada sentuhan terakhir laga, membawa Napoli menang 2-1 atas Hellas Verona, Sabtu waktu setempat atau Minggu (1/3/2026). Gol di menit keenam injury time itu sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Napoli dalam empat laga di semua kompetisi.

Gol Penebus Luka dan Duka

Musim ini, kontribusi Lukaku sangat terbatas. Ia baru bermain 41 menit akibat cedera paha serius yang dialami pada pramusim. Lebih berat lagi, sang ayah meninggal mendadak pada September lalu dalam usia 58 tahun.

Ketika peluit akhir dibunyikan, Lukaku terlihat menitikkan air mata. Kepada DAZN, ia mengakui beban emosional yang terus dibawanya.

“Sepak bola memberi saya segalanya, tetapi kehilangan ayah seperti itu membebani saya setiap hari,” ujarnya dengan suara bergetar. Ia menegaskan tetap bertahan demi keluarganya dan Napoli, klub yang menurutnya telah “memberinya kehidupan baru”.

Pernyataan “sebelum datang ke Napoli saya seperti mati” menjadi refleksi betapa besar arti klub itu dalam fase kariernya saat ini.

Napoli Nyaris Kehilangan Segalanya

Secara taktik, Napoli sebenarnya memulai laga dengan agresif. Sundulan melambung Rasmus Højlund pada menit kedua langsung membawa keunggulan cepat.

Namun, Højlund juga terlibat dalam gol penyeimbang Verona pada menit ke-65. Upayanya menghalau sepak pojok justru berujung bola jatuh ke kaki Jean-Daniel Akpa Akpro, yang tembakannya—setelah berbelok—berbuah gol.

Verona bahkan nyaris mencuri kemenangan di injury time ketika Kieron Bowie gagal memaksimalkan kemelut di depan gawang usai kiper Alex Meret salah mengantisipasi umpan silang.

Momentum itu menjadi titik balik. Napoli mendapat sepak pojok pendek yang kemudian dikirim Giovane ke kotak penalti. Lukaku, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambar bola dengan satu sentuhan jarak dekat—sebuah penyelesaian klinis khas striker murni.

Inter Milan Kian Menjauh

Kemenangan ini menjaga Napoli di peringkat ketiga klasemen Serie A. Namun jarak 14 poin dari pemuncak klasemen menunjukkan betapa berat jalan mempertahankan gelar.

Di puncak, Inter Milan makin kukuh usai menang 2-0 atas Genoa. Gol indah Federico Dimarco dan penalti Hakan Çalhanoğlu membuka jarak 13 poin di puncak.

Dengan keunggulan dua digit dan konsistensi performa, Inter berada dalam posisi dominan menuju paruh akhir musim. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.