Girona Bungkam Barcelona, Yamal Gagal Penalti
Girona taklukkan Barcelona 2-1 di La Liga setelah Lamine Yamal gagal penalti. Barca gagal salip Real Madrid dan tekanan untuk Hansi Flick meningkat.
JAKARTA – Kegagalan memanfaatkan momentum kembali menghantui Barcelona. Dalam laga krusial pekan ke-25 La Liga, kekalahan 1-2 dari Girona membuat peluang merebut puncak klasemen dari Real Madrid sirna. Penalti yang terbuang hingga rapuhnya konsistensi di menit akhir menjadi penanda krisis yang mulai membayangi tim asuhan Hansi Flick.
Bermain di markas Girona, Barcelona sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengendalikan pertandingan sejak babak pertama. Namun, tendangan penalti Lamine Yamal pada penghujung paruh pertama hanya membentur tiang gawang. Momentum pun terlepas.
Memasuki babak kedua, Barcelona sempat unggul lebih dulu. Pada menit ke-59, Pau Cubarsí menanduk umpan silang Jules Kounde dengan presisi ke sudut atas gawang. Gol tersebut menjadi gol ke-100 Barcelona di semua kompetisi musim ini—menjadikan mereka klub kedua di lima liga top Eropa yang menembus angka tersebut setelah Bayern Munich.
Secara statistik produktivitas, Barcelona tampil impresif. Namun, efisiensi dan manajemen permainan kembali menjadi persoalan utama.
Girona Bangkit, Barcelona Gagal Menutup Laga
Keunggulan Barcelona hanya bertahan tiga menit. Girona merespons cepat melalui Thomas Lemar yang menyelesaikan umpan matang Vladyslav Vanat dari sisi kiri. Intensitas tuan rumah meningkat, memaksa kiper Barcelona Joan Garcia bekerja ekstra.
Saat kedua tim sama-sama memburu gol kemenangan, Girona tampil lebih klinis. Tiga menit jelang bubaran, pemain pengganti Fran Beltrán melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihentikan Garcia.
Girona bahkan harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Joel Roca dikartu merah di detik akhir. Namun, Barcelona tak mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain tersebut.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Barcelona dalam sepekan, setelah sebelumnya dihantam Atletico Madrid 0-4 di Copa del Rey. Secara psikologis, tekanan terhadap Hansi Flick semakin besar.
Di klasemen La Liga, Barcelona tertahan di posisi kedua dengan selisih dua poin dari Real Madrid. Kemenangan seharusnya membawa mereka ke puncak, tetapi hasil di Girona justru memperlebar tanda tanya soal konsistensi tim.
Sementara itu, kemenangan ini mengakhiri tren tiga laga tanpa kemenangan Girona dan mengangkat posisi mereka ke peringkat ke-12, sejajar poin dengan Getafe. Menariknya, hanya terpaut tujuh poin antara posisi kedelapan hingga ke-18, menandakan kompetisi papan tengah La Liga musim ini sangat ketat.
Dalam konteks perburuan gelar, setiap kehilangan poin menjadi mahal. Dan bagi Barcelona, kegagalan penalti Lamine Yamal mungkin akan dikenang sebagai salah satu momen yang mengubah arah persaingan musim ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




