https://jakarta.times.co.id/
Olahraga

Lari Pagi vs Lari Malam untuk Bakar Lemak: Keunggulan dan Kekurangan

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:22
Lari Pagi vs Lari Malam: Mana yang Lebih Efektif untuk Membakar Lemak? Ilustrasi. Olahraga lari bisa membantu membakar lemak. (Foto: Freepik)

TIMES JAKARTA, JAKARTAOlahraga lari telah menjadi gaya hidup masyarakat urban di tahun 2026. Namun, satu perdebatan klasik yang selalu muncul bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan adalah kapan waktu terbaik untuk lari agar lemak cepat luntur?

Apakah lari pagi saat perut kosong lebih ampuh, atau lari malam setelah aktivitas seharian justru lebih efektif? Mari kita bedah berdasarkan sudut pandang medis dan metabolisme tubuh.

1. Lari Pagi: Keunggulan Efek Fat-Burning

Banyak pakar kesehatan menyarankan lari pagi, terutama jika dilakukan dalam kondisi perut kosong (biasa disebut fasted cardio).

  • Pembakaran Lemak Lebih Cepat: Saat bangun tidur, cadangan karbohidrat (glikogen) dalam tubuh berada pada level terendah. Dengan berlari, tubuh "terpaksa" menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama.

  • Efek Afterburn: Berlari di pagi hari meningkatkan metabolisme tubuh lebih awal. Hal ini memicu efek Excess Post-exercise Oxygen Consumption (EPOC), di mana tubuh terus membakar kalori sepanjang hari meskipun Anda sudah selesai berolahraga.

  • Kedisiplinan: Lari pagi membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, membuat Anda lebih segar di kantor dan mencegah gangguan jadwal yang sering terjadi di sore atau malam hari.

2. Lari Malam: Keunggulan Intensitas dan Pelepasan Stres

Di sisi lain, lari malam memiliki keuntungan tersendiri yang berkaitan dengan performa fisik.

  • Suhu Tubuh Optimal: Suhu tubuh manusia mencapai puncaknya pada sore menjelang malam hari. Hal ini membuat otot lebih lentur, risiko cedera lebih rendah, dan Anda bisa berlari dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan pagi hari.

  • Membakar Kalori Harian: Lari malam sangat efektif untuk membakar kalori yang menumpuk dari makanan yang Anda konsumsi sejak sarapan hingga makan siang.

  • Pelepasan Hormon: Aktivitas fisik di malam hari membantu menurunkan hormon kortisol (hormon stres) setelah bekerja, yang jika dibiarkan tinggi, justru dapat memicu penumpukan lemak di area perut.

Mana yang Lebih Efektif?

Jika tujuan utamanya adalah efektivitas pembakaran lemak secara langsung, lari pagi dalam kondisi fasted cardio seringkali dianggap lebih unggul karena akses langsung ke cadangan lemak tubuh.

Namun, efektivitas penurunan berat badan tidak hanya ditentukan oleh waktu, melainkan oleh total defisit kalori harian dan konsistensi. Lari malam mungkin membakar lemak sedikit lebih lambat dari sisi metabolisme pagi, tetapi jika lari malam membuat Anda mampu berlari lebih jauh dan lebih lama, maka total kalori yang terbakar bisa jauh lebih besar. (*)

Pewarta : Deasy Mayasari
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.