Wamendikdasmen Ungkap Warisan Soemitro yang Dilanjutkan Prabowo
TIMES Jakarta/Wamendikdasmen Fajar ungkap pran Soemitro Djojohadikoesoemo yang diteruskan Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakan pendidikan nasional. (FOTO: ist)

Wamendikdasmen Ungkap Warisan Soemitro yang Dilanjutkan Prabowo

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan komitmen pemerintah mengenai pendidikan di hadapan peserta Dialog Pendidikan di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (2/12/2025) kemarin.

TIMES Jakarta,Rabu 3 Desember 2025, 13:14 WIB
7.8K
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTAWakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan komitmen pemerintah mengenai pendidikan di hadapan peserta Dialog Pendidikan di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (2/12/2025) kemarin. 

Dalam kesempatan itu, Wamendikdasmen Fajar juga menjelaskan sejumlah program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sedang dan akan dilakukan ke depannya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

“Di antaranya yaitu pembangunan infrastruktur, baik itu fisik (bangunan) dan juga infrastruktur pendukung pembelajarannya,” ucap Wamendikdasmen Fajar dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia, Rabu (3/12/2025). 

Menurutnya, ada beberapa hal yang sudah dan akan dilanjutkan ke depannya terkait bagaimana caranya menggotong dunia pendidikan agar betul-betul bisa menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua. 

“Beberapa hal tersebut merupakan mandat dari Bapak Presiden Prabowo, karena beliau punya perhatian yang sangat tinggi terhadap pendidikan kita,” sebutnya. 

Fajar mengungkapkan, jika menyimak pidato Presiden Prabowo Subianto pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025, maka dapat dipahami dan dimengerti bahwa Presiden betul-betul berkomitmen besar terhadap pendidikan.

Lebih jauh lagi ia menjelaskan, di dalam darah Presiden Prabowo mengalir darah seorang tokoh besar bernama Soemitro Djojohadikoesoemo yang dikenal sebagai ekonom tapi tidak banyak orang tahu bahwa beliau adalah salah satu arsitek kebijakan pendidikan nasional

“Beliau adalah anggota Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan Daoed Joesoef. Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional inilah yang merumuskan pokok-pokok kebijakan sistem pendidikan nasional yang pada akhirnya melahirkan Undang-Undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989,” jelasnya.

“Peletak dasar kebijakan pada konteks Sisdiknas tersebut adalah salah satunya Profesor Soemitro. Jadi, saya mengatakan bahwa memang dalam diri Bapak Presiden itu ada darahnya seorang yang berkomitmen terhadap pendidikan. Maka tidak heran, banyak kegiatan beliau, kebijakan beliau terkait pendidikan itu sangat bersifat masif dan kolosal,” sambungnya.

Wamendikdasmen menerangkan, salah satu komitmen nyata Presiden Prabowo Subianto terhadap pendidikan yaitu kebijakan pembangunan infrastruktur atau revitalisasi sekolah dan pada tahun ini saja sudah lebih dari 100 persen target awal yang semula hanya 10.440 dan sekarang sudah ada sekitar 16 ribu lebih sekolah yang direvitalisasi. 

Lonjakan tersebut, lanjutnya, karena pendekatan swakelola yang dilakukan secara gotong royong, dan tidak merubah anggaran negara sehingga jumlah sekolah yang direvitalisasi mencapai 16 ribu lebih. 

“Bapak Presiden di Puncak Hari Guru menyampaikan, sebagai tanda beliau bergembira dengan capaian ini, di tahun depan angka sekolah yang akan menerima bantuan revitalisasi akan dilipatgandakan. Angkanya mencapai 60 ribu sekolah,” tutur Wamen Fajar. 

Ia menilai sistem swakelola ini mendapat sambutan baik dan dukungan dari banyak pihak, karena dapat menghidupkan ekonomi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja sekitar. 

“Dari program revitalisasi yang sebelumnya dan tengah berjalan saat ini, itu sudah bisa merekrut tenaga kerja tidak kurang 300 ribu orang. Artinya apa? Kalau ada 300 ribu orang yang ikut dalam program ini artinya ekonomi mereka juga bergerak. Dapurnya bisa ngepul, dapurnya bisa hidup,” jelas Wamen Fajar.

Di samping infrastruktur fisik, pemerintah juga memberikan bantuan berupa interactive flat panel (IFP) sebagai sarana pendukung pembelajaran. IFP ini, kata Fajar, merupakan inisiasi Presiden Prabowo yang meyakini bahwa Indonesia akan mampu melakukan lompatan besar dalam dunia pendidikan, dan salah satu caranya adalah dengan mendorong digitalisasi pembelajaran. 

“Ini adalah revolusi sebenarnya. Revolusi dalam dunia pendidikan kita, yakni memperkuat infrastruktur fisik dan juga infrastruktur pendukung pembelajaran yang mungkin di era Reformasi ini baru pertama kali dilakukan oleh Bapak Presiden Prabowo. Setahu saya, yang pernah melakukan revolusi di bidang pendidikan adalah Presiden Soeharto. Beliau membangun yang namanya SD Inpres,” ungkapnya.

“Jumlah SD Inpres yang dibangun selama masa Orde Baru mencapai hampir 150.000 unit hingga tahun 1993-1994. Nah, sejak itu, belum ada Presiden yang melakukan pembangunan infrastruktur pendidikan yang semasif, sekolosal Pak Soeharto kecuali sekarang adalah Pak Prabowo,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.