YRM: Pendidikan Belum Jadi Agenda Penting Media Massa
TIMES Jakarta/Riset Penelitian Isu Pendidikan. (Foto: Tangkapan Layar)

YRM: Pendidikan Belum Jadi Agenda Penting Media Massa

YRM mencatat dari delapan portal berita yang dipilih berdasarkan jumlah pembaca dan keragaman konten, hanya 0,0024 persen artikel yang mengangkat isu pendidikan.

TIMES Jakarta,Sabtu 29 November 2025, 17:49 WIB
1.4K
J
Joko Wiyono

JAKARTAAlokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan, sebagaimana diamanatkan Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945, telah diberlakukan sejak 2009. Namun, hingga kini perhatian media terhadap isu pendidikan dinilai masih sangat minim.

Hal itu terungkap dalam riset Yayasan Rawamangun Mendidik (YRM) sepanjang Januari–Oktober 2025. Direktur Riset YRM, Rahmat Edi Irawan, menjelaskan bahwa dari delapan portal berita yang dipilih berdasarkan jumlah pembaca dan keragaman konten, hanya 0,0024 persen artikel yang mengangkat isu pendidikan.

“Selama 10 bulan, hanya ada 1.499 artikel pendidikan dari total sekitar 618 ribu artikel yang terbit di delapan portal tersebut,” ujar Rahmat Edi dalam Seminar Pendidikan Nasional di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Menurut dia, porsi tersebut sangat kecil karena tidak mencapai 0,01 persen dari total produksi berita. Dari jumlah itu, isu terkait Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan dan kurikulum mendominasi setengah dari pemberitaan.

Rahmat Edi juga memaparkan hasil pemantauan percakapan publik di media sosial X. Sepanjang Januari–Oktober 2025, terdapat 250.731 cuitan tentang pendidikan, atau rata-rata lebih dari 25 ribu cuitan per bulan.

“Dari analisis sentimen, sebanyak 158.472 cuitan (63,25 persen) bernada positif, 15.599 (6,25 persen) netral, dan 76.660 (30,5 persen) negatif,” jelasnya.

Ia menilai, perbandingan antara minimnya pemberitaan media dan tingginya percakapan publik menunjukkan media belum menempatkan pendidikan sebagai agenda penting. Akibatnya, berbagai persoalan pendidikan kurang mendapat sorotan dan tidak berkembang menjadi isu publik.

“Perlu penelitian lebih mendalam untuk mengetahui mengapa isu pendidikan belum dianggap ‘seksi’ oleh media massa,” ujarnya.

YRM berharap hasil riset tersebut dapat membuka perhatian para pemangku kepentingan, mulai Kemenristekdikti, Kemendikdasmen, media massa, hingga masyarakat luas. Pihaknya menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan merupakan investasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Joko Wiyono
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.