Komnas Haji Minta Kemenhaj Berikan Kepastian Keamanan dan Keselamatan Jemaah Indonesia
TIMES Jakarta/Ilustrasi jemaah umrah. (FOTO: dok. TI)

Komnas Haji Minta Kemenhaj Berikan Kepastian Keamanan dan Keselamatan Jemaah Indonesia

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan dan langkah-langkah terukur terutama dalam memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada jemaah dari akibat dampak perang yang masih terus berkecamuk dan tidak bisa

TIMES Jakarta,Senin 2 Maret 2026, 17:32 WIB
93
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTAKetua Komnas Haji Mustolih Siradj mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan dan langkah-langkah terukur terutama dalam memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada jemaah dari akibat dampak perang yang masih terus berkecamuk dan tidak bisa dipredikasi kapan akan berakhir. 

Ia menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah sebagai leading sector perlu mengambil langkah inisiatif dan aktif bekerjasama serta berkomunikasi secara instens dengan seluruh stakeholder didalam negeri maupun luar negeri termasuk otoritas Arab Saudi. 

“Jika kondisi Timur Tengah kian memburuk perang terus berkecamuk dan jalur penerbangan udara tidak juga dibuka, Kemenhaj perlu menyiapkan mitigasi dan langkah darurat,” ucap Mustolih dalam keterangan persnya yang diterima pada Senin (2/3/2026). 

Menurutnya, jika kondisi kian buruk, Kemenhaj bisa menyiapakan pusat informasi sebagai crisis center bahkan jika diperlukan menyediakan tempat penampungan sementara bagi jemaah umrah hingga mempersiapkan penjemputan untuk memulangkan jemaah ke tanah air.

“Langkah-langkah tersebut penting karena kemampuan finansial dan persiapan logistik jemaah umrah berbeda-beda, ada yang pas-pasan dan terbatas karena tidak sesuai dengan rencana perjalanan. Begitu juga dengan kemampuan PPIU. Belum lagi jemaah yang melakukan umrah mandiri tanpa melalui biro jasa travel,” ujarnya. 

Ia menekankan, bagi jemaah yang masih di Arab Saudi harus mengikuti imbauan, informasi dan panduan yang disampaikan pemerintah. “Bagi mereka yang baru akan berangkat ke tanah suci, sebaiknya menunda terlebih dahulu sampai situasinya benar-benar kondusif,” imbuhnya. 

Menurutnya, bulan Ramadan ini menjadi bulan yang banyak diminati umat muslim di seluruh dunia karena diyakini memiliki pahala yang berlipat ganda dengan menghabiskan bulan suci di tanah suci sehingga memiliki daya tarik tersendiri. “Pada Ramadan tahun ini diperkirakan ada 5 juta jemaah umrah dari seluruh penjuru dunia,” ujarnya. 

“Oleh sebab itu, situasi perang seperti sekarang ini menimbulkan kerugian semua ekosistem umrah tetapi juga bagi negara tuan rumah (Arab Saudi) dan negara pengirim jemaah. Meski demikian belum ada hitungan berapa besar kerugiannya. Semoga perang ini segera berakhir,” tandasnya. (*) 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.