Kemendukbangga Minta Program Keluarga Berencana Tetap Jadi Prioritas
TIMES Jakarta/Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono (dua dari kiri) dalam diskusi bersama UNFPA terkait penurunan fertilitas di Jakarta, Senin (23/2/2026). (FOTO: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Kemendukbangga Minta Program Keluarga Berencana Tetap Jadi Prioritas

Kemendukbangga menyatakan Indonesia aman dari krisis penduduk seperti Jepang karena angka kelahiran (TFR) stabil di 2,12.

TIMES Jakarta,Senin 23 Februari 2026, 23:03 WIB
1.1K
A
Antara

JAKARTAKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu mencemaskan ancaman krisis penduduk seperti yang dialami Jepang atau Korea Selatan. Hal ini dikarenakan angka kelahiran total di Indonesia saat ini dinilai masih berada pada level yang aman dan stabil.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, mengungkapkan bahwa Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total Indonesia tercatat di angka 2,12. Angka ini sangat mendekati tingkat pergantian penduduk ideal (replacement level) sebesar 2,1.

"Kalau kita lihat secara nasional, Indonesia sudah berada sangat dekat dengan replacement level (setiap satu generasi orang tua digantikan dengan dua anak yang menjadi keturunannya), artinya secara umum struktur demografi kita masih stabil, meski masih terdapat disparitas TFR di beberapa wilayah," ujar Budi di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Keseimbangan Antarwilayah Jadi Kunci

Budi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan tren kelahiran antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di area urban, masyarakat cenderung memiliki angka kelahiran yang menurun. Namun, kondisi ini tertutupi oleh wilayah perdesaan serta Indonesia bagian timur yang masih memiliki TFR relatif tinggi.

Ketimpangan regional ini, menurut Budi, justru berperan sebagai penopang keseimbangan demografi di tingkat nasional.

"Tugas pemerintah adalah menjaga keseimbangan itu. Di satu daerah TFR-nya tinggi, di daerah lain rendah, tapi secara nasional kita tetap stabil," imbuhnya.

Peringatan agar Tidak Lengah

Meski kondisi saat ini aman, Budi mengingatkan pemerintah agar tidak mengendurkan pengawasan. Program Keluarga Berencana (KB) harus tetap diprioritaskan, termasuk ketersediaan alat kontrasepsi dan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Ia menegaskan bahwa stabilitas demografi jangka panjang sangat bergantung pada konsistensi anggaran dan perhatian terhadap perencanaan keluarga.

"Jangan sampai karena merasa TFR sudah aman, lalu anggaran dan perhatian terhadap family planning justru dikurangi. Kalau itu terjadi, stabilitas demografi bisa terganggu ke depan," tegas Budi.

Saat ini, Kemendukbangga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pengelolaan kependudukan di Indonesia tetap berkelanjutan dan terjaga keseimbangannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.