Sukses Pulangkan 22 Kloter ke Tanah Air, Sektor 5 Madinah Kini Bersiap Pulangkan Sisa Jemaah Haji Indo
Grafik operasional pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di wilayah Sektor 5 Madinah menunjukkan progres yang sangat positif.
JAKARTA – Grafik operasional pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di wilayah Sektor 5 Madinah menunjukkan progres yang sangat positif. Tepat pada Senin (22/6/2026), jajaran petugas dipastikan telah sukses memulangkan sebanyak 22 kelompok terbang (kloter) kembali ke Tanah Air, yang berarti separuh dari total tanggung jawab layanan di sektor tersebut kini telah rampung diselesaikan.
Sekretaris Sektor 5 Madinah, Irfan Lirisfana, menjelaskan bahwa skema pemulangan berjalan sangat dinamis dan terukur. Saat ini, masih tersisa 22 kloter lagi yang sedang menghabiskan masa tinggal mereka di Madinah sembari menunggu antrean jadwal penerbangan dalam beberapa hari ke depan.
"Kami dari Sektor 5 Madinah, insya Allah di gelombang kedua ini kedatangan kurang lebih 44 kloter. Saat ini alhamdulillah sudah mendorong kurang lebih 22 kloter yang diberangkatkan ke Tanah Air," ungkap Irfan Lirisfana kepada Media Center Haji di Madinah.
Irfan menambahkan, nihilnya kendala krusial dalam setiap proses pendorongan rombongan menuju bandara dipengaruhi oleh kuatnya sinergi dan koordinasi awal antara manajemen sektor dengan para pimpinan rombongan jemaah. Sebelum bus pemulangan tiba di hotel, langkah-langkah teknis penataan jemaah dan bagasi sudah diclearkan terlebih dahulu.
"Alhamdulillah sejauh ini kendala yang berarti tidak ada, karena sebelum jamaah diberangkatkan ke bandara, kami kumpulkan terlebih dahulu para ketua kloter dan perangkatnya untuk disampaikan mekanisme pendorongan," jelasnya mengenai strategi kelancaran di lapangan.
Pada hari yang sama, Sektor 5 Madinah juga resmi menutup gerbang kedatangan jemaah dari Makkah dengan diterimanya kloter BDJ 19 sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Rombongan pamungkas asal Banjarmasin tersebut langsung diarahkan untuk menempati akomodasi di Hotel Manazil Al-Aswaf.
Di samping disibukkan dengan manajemen arus datang dan pulang jemaah, Irfan menegaskan bahwa timnya tidak mengendurkan pengawasan terhadap aspek perlindungan jemaah, khususnya bagi jemaah risti yang posisinya sedang menjalani perawatan medis intensif akibat kelelahan pasca-Armuzna.
"Sebisa mungkin semua yang dirawat, baik yang di KKHI ataupun di Rumah Sakit Saudi Jerman, tetap ada dalam pengawasan dan pemantauan tim kesehatan yang ada di sektor," tandas Irfan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

