Pejuang Kemanusiaan Indonesia Dibebaskan, MUI: Tak Berarti Kesalahan Israel Terhapus
Para aktivis Koalisi Freedom Flotilla, menaiki kapal Madleen, sebelum berlayar menuju Gaza, berangkat dari pelabuhan Catania, Sisilia, Italia. (FOTO: Salvatore Cavalli/AP PHOTO)

Pejuang Kemanusiaan Indonesia Dibebaskan, MUI: Tak Berarti Kesalahan Israel Terhapus

MUI mengecam keras tindakan penahanan terhadap para pejuang kemanusiaan yang dilakukan oleh pihak Israel. Kendati mereka telah dibebaskan.

TIMES Jakarta,Jumat 22 Mei 2026, 09:13 WIB
514
M
Moh Ramli

JakartaKetua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dibebaskannya para pejuang kemanusiaan Indonesia yang sempat ditahan oleh pasukan keamanan Israel (Israel Defense Forces/IDF). 

Delegasi tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan global, Global Shumud Flotilla. Sudarnoto menegaskan bahwa pembebasan ini merupakan buah dari kesungguhan pemerintah Indonesia serta tekanan masif dari publik internasional.

"Alhamdulillah, saudara-saudara kita yang diculik oleh IDF telah dibebaskan setelah berbagai tekanan publik dan langkah-langkah diplomatik dilakukan. Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk pembebasan ini," katanya dalam keterangan tertulisnya diterima TIMES Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Meski para delegasi telah dibebaskan, MUI mengecam keras tindakan penahanan yang dilakukan oleh pihak Israel. Sudarnoto menilai aksi tersebut telah melanggar hukum internasional secara kasatmata dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut laporan yang diterima, para pejuang kemanusiaan tersebut mendapatkan perlakuan yang kasar dan tidak manusiawi selama ditahan.

"Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas-batas nurani dan akal sehat. Apalagi IDF juga memperlakukan para pejuang kemanusiaan ini dengan sangat kasar, tidak manusiawi. Layak mereka ini dikutuk oleh semua orang," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa insiden ini merupakan bagian dari upaya sistematis Israel untuk mengintimidasi gerakan kemanusiaan global. Menurutnya, Israel sengaja menargetkan pihak-pihak yang memberikan dukungan sosial, politik, dan diplomatik untuk kemerdekaan Palestina.

"Pembebasan ini tidak berarti kesalahan Israel kemudian terhapus. Israel yang didukung Amerika tetap menanggung kesalahan fatal," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudarnoto juga memberikan klarifikasi penting mengenai proses pembebasan para delegasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini murni hasil kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, serta tidak ada kaitannya dengan pihak Badan Pengelola Nilai Kemanusiaan (BOP) atau isu eksternal lainnya.

"Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat yang dilakukan berbagai organisasi seperti MUI, lembaga-lembaga filantropi dan bela Palestina, aktor media, dan sebagainya," jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan para tokoh bangsa dan ulama yang terus menyuarakan kritik moral, sehingga mampu menekan opini publik internasional demi keselamatan para WNI.

Sudarnoto menilai peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bahwa perjuangan yang dilakukan secara kolektif dan konsisten pasti akan membuahkan hasil. Kunci utama untuk membebaskan Palestina dan mendesak sanksi internasional bagi Israel adalah kebersamaan dan kesungguhan seluruh elemen dunia.

Secara khusus, tokoh Muhammadiyah ini memberikan penghormatan tertinggi kepada para delegasi Indonesia yang terlibat dalam misi berisiko tinggi tersebut.

"Saya salut kepada semua delegasi Global Shumud Flotilla, khususnya Indonesia, yang telah istiqomah dan berani melakukan langkah penting, bersejarah, meskipun penuh risiko. Tolong tularkan spirit begini kepada anak-anak muda lainnya," pesan Sudarnoto.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah RI, manajemen Global Shumud Indonesia, serta lembaga filantropi dan gerakan pro-Palestina yang terus mengawal misi kemanusiaan ini hingga tuntas. "Insya Allah, Palestina merdeka," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Ramli
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.