Staf Khusus BPIP, Romo Benny Susetyo dan Aktivis Katolik Natalius Pigai. (FOTO: Kolase Hasbullah/TIMES Indonesia)

Aktivis Katolik, Natalius Pigai baru-baru ini membuat pernyataan jika Staf Khusus BPIP, Romo Benny Susetyo sudah tidak lagi menjadi bagian dari Konferensi Waligereja Indo ...

TIMES Jakarta,Kamis 25 November 2021, 19:00 WIB
9.5K
H
Hasbullah

JAKARTAAktivis Katolik, Natalius Pigai baru-baru ini membuat pernyataan jika Staf Khusus BPIP, Romo Benny Susetyo sudah tidak lagi menjadi bagian dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). 

Hal ini disampaikan Pigai sekaligus sebagai respons atas polemik pernyataan Romo Benny yang dikecam usai dianggap ikut campur dalam permasalahan MUI. Lewat akun Twitter @susetyoprz, Sabtu, 20 November kemarin, Romo Benny meminta MUI berbenah agar tidak menjadi sarang teroris.

Pernyataan Romo Benny ini disampaikan tak lama setelah Densus 88 Antiteror menangkap salah satu anggota Komisi Fatwa MUI, Ustadz Ahmad Zain An Najah karena diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Terlepas dari polemik di atas, Romo Benny Susetyo sendiri secara tegas menolak dengan wacana pembubaran MUI yang sempat ramai diperbincangkan publik beberapa hari belakangan ini.

"Soal Benny Susetyo, sejauh yang saya pahami beliau pernah dipecat dari KWI sebagai Sekretaris Komisi Hak Asasi Manusia (Sekretaris Komisi HAM)" ucap Natalius Pigai, Rabu (24/11/2021).

Kata dia, pemecatan tersebut tak lain karena Romo Benny Susetyo terlalu ketagihan politik. "Sehingga saya yakin gereja sudah koreksi statusnya. Cuma Benny tidak mau sampaikan ke publik karena malu," imbuhnya.

Atas dasar itulah, Natalius Pigai pun menyarankan agar sebutan 'Romo' yang selama ini disematkan kepada Benny Susetyo dilepaskan saja.

"Sebagai aktivis Katolik, saya sekadar imbau jika Benny Susetyo tidak mewakili Gereja Katolik dan sebaiknya sebutan Romo diganti menjadi Pak Benny Susetyo," ungkap Natalius Pigai.

Di lain pihak, Romo Benny menanggapi santai tudingan Natalius Pigai tersebut. Kepada TIMES Indonesia, Kamis (25/11/2021), dia mengatakan, bahwa pernyataan mantan Komisioner Komnas HAM itu hanya kebohongan belaka.

"Ngak usah respons karena KWI tidak ada Komisi HAM. Jadi (pernyataan Natalius Pigai tersebut hanya) kebohongan sempurna. Semua datanya palsu, jadi ngak usah direspon," ucap Romo Benny.

Sementara, Sekretaris Eksekutif KWI Romo Ewaldus PR membenarkan, jika Romo Benny Susetyo sudah lama tidak aktif dalam struktur kepengurusan KWI. 

"Saya lagi di daerah banjir Sintang Kalbar (Kalimantan Barat) mas, signal tidak memadai. Romo Benny sudah tidak bertugas di KWI sudah lama," ucapnya kepada TIMES Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Namun, dia belum memberikan respons lebih lanjut terkait alasan ketidakaktifan Romo Benny Susetyo di KWI. Apakah karena purna tugas, atau karena alasan pemecatan sebagaimana disampaikan Natalius Pigai. Pun juga terkait kebenaran adanya Komisi HAM di KWI belum terjawab.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hasbullah
|
Editor:Irfan Anshori

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.