https://jakarta.times.co.id/
Berita

Hasyim Hilaby Sebut Kemenhaj Berencana Bagikan Kartu Nusuk di Tanah Air

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:20
Hasyim Hilaby Sebut Kemenhaj Berencana Bagikan Kartu Nusuk di Tanah Air Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Hasyim Hilaby. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Staf Teknis Urusan Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Hasyim Hilaby mengatakan nusuk adalah identitas resmi jemaah haji termasuk jemaah haji Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji. 

Hal tersebut disampaikan Hasyim Hilaby saat menjadi pembicara pada kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Jakarta pada Rabu (14/1/2026). 

Selain menjadi kartu Identitas, Hasyim Hilaby yang merupakan lulusan Strata Dua UIN Syarif Hidayatullah ini menyatakan bahwa kartu nusuk juga berperan sebagai simbol dan alamat kontrol bagi setiap orang yang ingin memasuki wilayah Mekah, Madinah dan Arafah saat musim haji. 

“Kartu Nusuk ini sangat penting karena berfungsi sebagai simbol dan alat kontrol agar tidak ada orang-orang yang ilegal atau tidak terdaftar yang dapat mengganggu kelancaran dan rotasi perjalanan jemaah saat melaksanakan ibadah haji,” ucapnya. 

Ia menjelaskan, kartu nusuk yang semula hanya digunakan oleh para petugas haji, pada tahun 2023 lalu kartu nusuk sudah menjadi kartu wajib yang diterbitkan secara digital dan di tahun 2025 sudah ada kartu fisiknya. 

“Percobaan pertama kartu nusuk dibentuk adalah untuk petugas. Jangan sampai nanti ada petugas yang masuk ke Arafah, masuk ke Mina, tetapi mengganggu atau mencuri atau masuk ke hotel jemaah haji,” jelasnya. 

Hasyim menegaskan, kartu nusuk tidak bisa di duplikasi dan setiap tahun terjadi perubahan dalam kartu nusuk. Selain itu kendala yang dihadapi dalam kartu nusuk adalah aktivasi kartunya. “Jadi kartu nusuk yang tidak di aktivasi tidak ada gunanya,” tegas Hasyim. 

Hasyim menyatakan, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tengah berupaya untuk memberikan kartu nusuk untuk jemaah haji Indonesia saat masih berada di tanah air. “InsyaAllah tahun ini kita akan bagikan kartu nusuk di tanah air, itu harapan dan gagasan Pak Menteri dan Wakil Menteri,” katanya.

Terkait kekhawatiran atas kehilangan kartu nusuk, Hasyim mengatakan solusinya adalah pengelolaan secara kolektif oleh regu kelompok terbang (kloter) dan setibanya di Arab Saudi akan dibagikan kepada jemaah haji. 

“Setibanya di Arab Saudi, saat jemaah akan mengakses Masjidil Haram, kartu nusuk akan dibagikan kembali. Setelah pelaksanaan tawaf qudum selesai, kartu tersebut dapat dikumpulkan kembali. Kemudian, saat jemaah akan mengakses Masjid Nabawi, kartu Nusuk kembali dibagikan,” jelasnya.

“Jika memungkinkan, kartu dapat dikelola secara kolektif dan tidak perlu dibagikan kepada masing-masing jemaah, selama memang tidak dibutuhkan secara individu,” tandasnya. (*) 

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.