https://jakarta.times.co.id/
Berita

Warga Aceh Tamiang Apresiasi Huntara Pemerintah, Penyintas Banjir Tak Lagi Bergantung Tenda Darurat

Jumat, 02 Januari 2026 - 18:31
Warga Aceh Tamiang Apresiasi Huntara Pemerintah, Penyintas Banjir Tak Lagi Bergantung Tenda Darurat Pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang, Aceh. ANTARA/HO-Humas Bakom RI.

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang. Kehadiran huntara dinilai menjadi solusi nyata bagi penyintas yang sebelumnya harus bertahan di tenda-tenda darurat.

Balqis Andresia Putri, warga Kecamatan Karang Baru, mengaku lega dengan pembangunan hunian yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurutnya, kualitas bangunan yang disiapkan jauh lebih layak dan memberikan rasa aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Masyarakat yang rumahnya hanyut kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak daripada tenda darurat,” ujar Balqis, dikutip di Jakarta, Jumat.

Ia berharap pembangunan hunian sementara dapat segera dirampungkan agar warga tidak perlu berlama-lama tinggal di posko pengungsian. Percepatan penyelesaian huntara dinilai krusial untuk memulihkan kehidupan sosial dan psikologis masyarakat pascabencana.

“Kami berharap pembangunan segera selesai agar warga bisa kembali memiliki hunian,” katanya.

Pembangunan huntara ini diperuntukkan bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada November 2025. Di Aceh Tamiang, Kementerian PU saat ini tengah mengebut pembangunan 384 unit huntara untuk 96 kepala keluarga.

Meski bersifat sementara, kualitas bangunan tetap menjadi prioritas. Setiap blok huntara dirancang dengan ukuran 24 x 14,4 meter dan menggunakan material unggulan. Struktur bangunan memanfaatkan baja ringan galvanis yang kuat dan antikarat, sementara dindingnya menggunakan panel modular yang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Kualitas material tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan saat meninjau lokasi pembangunan.

“Bahan-bahannya premium dan sangat layak untuk masyarakat di sini,” ujar Budi.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan rencana pembangunan total 15 ribu unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak bencana, yakni 12 ribu unit di Aceh, sekitar 2.000 unit di Sumatra Utara, dan 500 unit di Sumatra Barat. Pada tahap awal, sebanyak 600 unit huntara dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang dan dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

Selain unit hunian, pemerintah juga akan melengkapi kawasan huntara dengan fasilitas pendukung, seperti taman bermain, jaringan WiFi, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa transisi.

Presiden Prabowo Subianto juga telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (1/1) untuk meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara yang dibangun oleh Danantara. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi.(*)

Pewarta : Antara
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.