https://jakarta.times.co.id/
Berita

Peringati Hari Suci Tumpek Uye, Kemenag Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Lingkungan

Sabtu, 07 Februari 2026 - 10:24
Peringati Hari Suci Tumpek Uye, Kemenag Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Lingkungan Kegiatan penanaman pohon di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Memperingati Hari Suci Tumpek Uye pada Sabtu (7/2/2026), Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Bimas Hindu membuat serangkaian kegiatan menyambut datangnya Tumpek Uye pada Jumat (6/2/2026) malam. 

“Hari ini mengadakan acara peringatan Tumpak Uye. Dimana Tumpak Uye adalah ritual kemuliaan terhadap satwa dan juga alam semesta,” ucap Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija usai acara peringatan Tumpek Uye, Jumat (6/2/2026) malam. 

Kegiatan Tumpek Uye yang digelar di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Bogor Jawa Barat dihadiri sejumlah umat Hindu dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia Isyana Bagoes Oka serta perwakilan Gubernur Jawa Barat. 

“Kami merasa bahagia karena telah dihadiri dan sekaligus memberikan arahan tadi Ibu Wamen Kepenudukan dan Pembangunan Keluarga,” sebut Dirjen I Nengah Duija. 

Wamen-Kependudukan-Isyana-Bagoes-Oka.jpgDirjen Bimas Hindu I Nengah Duija bersama Wamen Kependudukan Isyana Bagoes Oka. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Menurutnya, peringatan Hari Suci Tumpek Uye ini sejalan dengan program Pemerintah dibawah komando Presiden Prabowo Subianto tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) 

“Umat Hindu menangkap ini sebagai sebuah spirit bahwa realitas yang kita lakukan pada hari ini akan berdampak terhadap lingkungan dan pada hari ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, kegiatan Hari Suci Tumpek Uye diawali dengan pelepasan sekitar 6.400 satwa di seluruh Indonesia dan juga penanaman 14 ribu pohon di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. 

“Ekologi ini adalah bagian dari program asta citanya Bapak Presiden dan asta protas dari Kementerian Agama yang memuat bahwa agama memberikan kontribusi terhadap lingkungan,” jelasnya. 

Dalam upaya menjaga alam, Duija menegaskan bahwa ajakan melalui bahasa agama jauh lebih dapat diterima oleh masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan alam. 

Selain pelepasan satwa ke alam liar dan penanaman pohon, ia juga memberikan bantuan mesin pencacah sampah kepada Ketua Pengempon Pura agar gerakan Indonesia ASRI ini bergerak semakin masif lagi. 

“Sebagai umat, kita yang juga bagian dari bangsa Indonesia, sekecil apapun usaha kita untuk menyelamatkan lingkungan, melalui gerakan seperti ini akan sangat berarti untuk masa depan kita,” ungkapnya.

“Jadi harapan kita, mari kita bangun keluarga yang sehat, keluarga yang cerdas dengan membangun lingkungan dan juga membangun kedamaian di alam yang kita tempati ini,” tandasnya. (*) 

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.