https://jakarta.times.co.id/
Berita

AS Tak Gentar Rebut Greenland Meski Eropa Perbanyak Pasukan

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:56
AS Tak Gentar Rebut Greenland Meski Eropa Perbanyak Pasukan Rusia tidak merimakan bahwa Barat yang terus menerus mengklaim bahwa Rusia dan China mengancam Greenland (FOTO: Arab News/AP)

TIMES JAKARTA – Amerika Serikat mengatakan tidak gentar atas kehadiran banyak pasukan Eropa di Greenland, dan menyatakan tidak akan mempengaruhi rencana pengambilalihan kekuasaan pulau itu yang akan dilakukan Donald Trump.

"Saya rasa kehadiran pasukan Eropa itu tidak mempengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, dan sama sekali tidak mempengaruhi tujuannya untuk mengakuisisi Greenland," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt ketika ditanya tentang penempatan pasukan Eropa tersebut.

Para pejabat federal Amerika Serikat diam-diam juga bersiap untuk menggelontorkan puluhan juta dolar untuk peningkatan fasilitas di satu-satunya pangkalan militer Amerika di pulau Greenland,  Arktik yang dingin itu.

Di antara peningkatan yang direncanakan oleh para pejabat militer Amerika adalah perbaikan landasan pacu sepanjang dua mil di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, sebuah kapal baru untuk menjaga pelabuhan agar terbebas dari gunung es, dan sejumlah peningkatan fasilitas, termasuk perbaikan fasilitas makan Dundas.

Saat ini, ada sekitar 150 personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan era Perang Dingin yang sebelumnya dikenal sebagai Pangkalan Angkatan Udara Thule, bergabung dengan ratusan personel militer dan kontraktor Kanada, Denmark, dan Greenland.

Pangkalan Pituffik (diucapkan bee-doo-FEEK) tersebut diganti namanya pada tahun 2023 selama pemerintahan Joe Biden untuk menghormati penduduk asli Greenland dan budayanya.

Pangkalan ini merupakan rumah bagi pelabuhan air dalam paling utara yang dikelola oleh Departemen Perang, yang sebelumnya dikenal sebagai Departemen Pertahanan, dan Donald Trump melihat kendali atas seluruh pulau sebagai kunci keamanan Amerika.

"Amerika Serikat membutuhkan Greenland," tulis Donald Trump lagi dalam unggahan media sosialnya  pada 14 Januari 2026 kemarin.

Para perencana militer era Perang Dingin membangun pangkalan di sana, dengan izin Denmark, karena letaknya di tengah-tengah antara Moskow dan Washington.

Greenland adalah negara yang berpemerintahan sendiri yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, yang merupakan anggota NATO, dan dengan demikian juga merupakan sekutu Amerika Serikat.

Meskipun hanya sedikit detail tentang pekerjaan pangkalan Pituffik yang dipublikasikan, perbaikan tersebut dilakukan di tengah fokus intensif pada pulau yang tertutup gletser ini, dimana suhu secara rutin turun hingga minus 50 derajat Celsius selama kegelapan malam kutub, yang berlangsung lebih dari tiga bulan dalam setahun.

Pangkalan tersebut terletak di tepi barat pulau, dekat dengan wilayah Teluk Baffin Kanada, dan sekitar 1.000 mil dari ibu kota pulau, Nuuk.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan, bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS sama sekali tidak diperlukan, meski Trump ngeyel akan melakukannya dengan berbagai opsi, pengerahan militer salah satunya.

Karena itu Eropa memperkuat pertahanan dengan menambah banyak pasukan di Greenland dan sekitarbya, namun Amerika Serikat seperti dikatakan juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, tidak berdampak pada rencana Donald Trump untuk merebut kendali pulau Arktik tersebut dari Denmark. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.