https://jakarta.times.co.id/
Berita

Survei Populi Center: Publik Tegas Pilih Pilkada Langsung

Jumat, 09 Januari 2026 - 22:08
Survei Populi Center: Publik Tegas Pilih Pilkada Langsung Ilustrasi-Warga memeriksa surat suara sebelum melakukan pencoblosan saat pemungutan suara Pilkada langsung. (Foto: Istimewa)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Lembaga riset Populi Center membeberkan temuan terbaru terkait sikap publik terhadap mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hasil survei menunjukkan keinginan masyarakat agar kepala daerah tetap dipilih secara langsung masih sangat dominan.

Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona, menyampaikan bahwa survei yang dilakukan pada Oktober 2025 dan dirilis akhir November mengonfirmasi kuatnya preferensi tersebut. Mayoritas responden menilai pemilihan langsung sebagai mekanisme paling ideal dalam menentukan pemimpin daerah.

"Sebanyak 89,6 persen responden menyatakan gubernur sebaiknya dipilih langsung oleh rakyat. Angka dukungan bahkan lebih tinggi untuk pemilihan bupati dan wali kota, dengan persentase mencapai 94,3 persen," kata Afri dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Afrimadona menjelaskan, rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik dan parlemen menjadi faktor penting di balik penolakan terhadap Pilkada melalui DPRD. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik tercatat hanya 51,7 persen, sementara terhadap parlemen lebih rendah lagi, yakni 50,9 persen.

Dalam kondisi tersebut, ia menilai perubahan sistem Pilkada tidak bisa semata-mata didasarkan pada alasan efisiensi atau payung hukum. Reformasi internal partai politik justru menjadi kunci utama sebelum wacana pemilihan melalui DPRD dapat dipertimbangkan secara serius.

Menurutnya, partai politik memegang peran krusial dalam menentukan kualitas kepemimpinan daerah. Tanpa kaderisasi yang berkesinambungan, proses seleksi calon yang terbuka, serta tata kelola organisasi yang akuntabel, Pilkada lewat DPRD berisiko dipersepsikan sebagai proses tertutup dan elitis.

Afrimadona menegaskan, secara prinsip mekanisme pemilihan melalui DPRD memang memungkinkan, namun hanya jika mampu menjamin legitimasi politik, kualitas demokrasi, dan akuntabilitas pemerintahan daerah. Tanpa prasyarat tersebut, perubahan sistem justru berpotensi melemahkan demokrasi lokal dan menggerus kepercayaan publik.(*)

Pewarta : Hendarmono Al Sidarto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.