Tanggapi Desakan Mundur, Gus Yahya Tegaskan Semua Masalah NU Harus Diselesaikan Sesuai AD/ART
TIMES Jakarta/Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (depan, dua dari kanan) dalam konferensi pers usai silaturahim bersama para alim ulama untuk membahas polemik internal PBNU di Jakarta, Minggu (23/11/2025) malam. (FOTO: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Tanggapi Desakan Mundur, Gus Yahya Tegaskan Semua Masalah NU Harus Diselesaikan Sesuai AD/ART

PBNU akan gelar pertemuan para kiai sepuh di Pesantren Lirboyo untuk bahas polemik internal. Gus Yahya tegaskan semua penyelesaian harus merujuk pada AD/ART organisasi.

TIMES Jakarta,Senin 24 November 2025, 06:22 WIB
14.5K
A
Antara

JAKARTAPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merencanakan penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, untuk membahas dinamika internal yang sedang terjadi dalam organisasi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

"Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh (yang lebih senior) dan unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan NU, di mana yang jadi tuan rumah adalah Pesantren Lirboyo di Kediri," jelas Gus Yahya di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025) malam.

Meski tanggal pasti belum ditetapkan, Gus Yahya menyatakan kesepakatan para kiai untuk segera menyelenggarakan pertemuan tersebut. "Mudah-mudahan bisa menjadi pembuka jalan keluar dari masalah yang ada sekarang," tambahnya.

Penegasan Penyelesaian Berdasarkan Konstitusi Organisasi

Menghadapi situasi terkini, Gus Yahya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan segala persoalan sesuai koridor konstitusi organisasi.

"Jadi pernyataan-pernyataan atau artikulasi-artikulasi, baik lisan maupun tertulis dari siapapun, itu semuanya harus diukur dengan aturan-aturan dan regulasi yang ada dalam sistem konstitusi organisasi," tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan usai silaturahim dengan sekitar 50 kiai dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatra Utara. Dalam pertemuan tersebut, para ulama menyampaikan penyesalan terhadap risalah rapat harian Syuriah PBNU yang mendesak Gus Yahya mundur dari jabatannya.

"Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dikembalikan kepada sistem aturan yang ada," jelas Gus Yahya mengenai kesepakatan para kiai.

Risalah rapat Syuriah PBNU yang dimaksud telah beredar luas di media sosial. Dokumen yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tersebut berisi keputusan yang meminta Gus Yahya mengundurkan diri. Namun, Gus Yahya mengklarifikasi bahwa dirinya secara resmi belum menerima surat terkait hal tersebut.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, turut menyerukan seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkat untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas organisasi dalam menyikapi dinamika internal ini.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.