TIMES Jakarta/Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam acara silaturahmi dengan pimpinan dan elite partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025). ANTARA/HO-Tim Media Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto membantah rumor yang beredar penghematan anggaran berdampak pada pemotongan gaji ASN.

TIMES Jakarta,Jumat 14 Februari 2025, 21:36 WIB
295.5K
A
Antara

JAKARTAPresiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran negara tidak akan mengganggu program prioritas rakyat, termasuk pendidikan dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama ketua umum dan elite partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jumat (14/2/2025).

Presiden memastikan bahwa penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya menyasar belanja yang dinilai kurang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perjalanan dinas luar negeri, pembelian alat tulis kantor (ATK), serta acara seremonial dan perayaan.

"Saya ingin laksanakan efisiensi, tetapi jelas efisiensi ini tidak mengganggu pekerjaan operasional sehari-hari," tegas Prabowo.

Bantah Isu Pemotongan Gaji ASN

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membantah isu pemotongan gaji ASN akibat kebijakan penghematan APBN.

"Narasi isu gaji dipotong itu tidak benar," ujarnya.

Presiden mencontohkan beberapa program yang selama ini dibiayai APBN tetapi kurang bermanfaat, seperti diskusi dan seminar yang tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Setelah kunjungan kerja ada seminar, FGD (forum group discussion), tetapi apa yang didiskusikan? Rakyat butuh mitigasi, pupuk, bibit, dan sekolah yang diperbaiki," katanya.

Hemat Rp300 Triliun Tanpa Mengganggu Program Prioritas

Prabowo menyebut bahwa hingga saat ini, kebijakan efisiensi telah berhasil menghemat hingga Rp300 triliun tanpa memangkas program yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

"Kita sudah menghemat sekitar Rp300 triliun. Program-program yang berjalan tidak ada yang disentuh, apalagi pendidikan," ujar Presiden.

Silaturahmi KIM Plus di Hambalang

Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi partai-partai pendukung pemerintah, termasuk partai-partai yang awalnya berseberangan dalam Pilpres 2024 tetapi kemudian menyatakan dukungan kepada pemerintahan baru.

Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, dan perwakilan elite partai lainnya.

Silaturahmi ini juga disebut sebagai langkah awal untuk membangun koalisi yang solid dalam mendukung kebijakan pemerintahan hingga 2029 .(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.