TIMES JAKARTA, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memacu pengembangan berbagai sektor usaha guna menghidupkan aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja baru di kawasan yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, merincikan bahwa pembangunan tersebut mencakup fasilitas publik dan area komersial yang beragam.
"Di kawasan IKN dikembangkan berbagai sektor usaha mulai dari kawasan kuliner, niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan berbagai sarana pendukung lainnya," ujar Basuki Hadimuljono saat memberikan keterangan di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu (11/1/2026).
Basuki menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan mesin penggerak kesejahteraan masyarakat.
"Berbagai proyek itu diharapkan mampu dorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di IKN," tambahnya.
Daya Tarik Bagi Investor
IKN semakin menunjukkan daya tariknya bagi sektor swasta. Terbaru, Otorita IKN telah menandatangani tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) bersama lima investor, yakni PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya. Kelima perusahaan tersebut berkomitmen mengembangkan area kuliner, perkantoran, hingga sarana olahraga.
Dari sisi pendanaan, struktur finansial pembangunan IKN tahun 2026 tercatat sangat kuat, yang terdiri dari investasi swasta murni Rp66,5 triliun, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Rp158,73 triliun, APBN 2026 diproyeksikan konsisten sebagai penggerak utama (stimulan) infrastruktur dasar.
Sinergi Pemerintah dan Swasta
Langkah strategis ini sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan swasta dalam proyek nasional. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menambahkan bahwa seluruh kerja sama ini memiliki landasan hukum yang kuat pada Peraturan Menteri PPN Nomor 6 Tahun 2022.
Sudiro menegaskan bahwa masuknya aliran modal ini adalah bukti kepercayaan pasar yang tinggi. Otorita IKN berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang transparan, kondusif, dan berkelanjutan demi menjadikan IKN sebagai simbol pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Otorita IKN Genjot Aktivitas Ekonomi Lewat Berbagai Sektor dan Investasi Swasta
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |