Menteri PU Targetkan Perbaikan 2.000 Jalan dan Jembatan di Sumatera
TIMES Jakarta/Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam acara taklimat media perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

Menteri PU Targetkan Perbaikan 2.000 Jalan dan Jembatan di Sumatera

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan tidak ada lagi wilayah kabupaten/kota yang terisolasi di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Seluruh jalan nasional kini sudah fungsional.

TIMES Jakarta,Jumat 16 Januari 2026, 19:55 WIB
6.1K
A
Antara

JakartaMenteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan kabar positif terkait pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan longsor yang menerjang wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Berdasarkan pembaruan data pada hari ke-52 pascakejadian, dipastikan akses menuju daerah-daerah tersebut kini telah terbuka.

"Jadi per hari ini, saya bisa katakan sudah tidak ada lagi kabupaten, kota yang terisolasi," tegas Dody dalam taklimat media di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Dody melaporkan bahwa seluruh infrastruktur nasional yang sebelumnya lumpuh total kini sudah berfungsi kembali. Meskipun beberapa perbaikan masih bersifat darurat atau fungsional sementara, akses mobilitas sudah kembali normal.

Tercatat sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang terdampak bencana kini telah dapat dilalui kendaraan, setelah sebelumnya sempat terputus total.

Meski jalur nasional sudah aman, Kementerian PU kini mengalihkan fokus perhatian pada kerusakan infrastruktur di tingkat kecamatan dan desa yang masih cukup masif.

"Sekarang kita fokus kepada kecamatan dan desa karena masih ada sekitar hampir 2.000-an jalan, jembatan daerah yang masih putus," ungkap Dody.

Secara kumulatif, terdapat 2.710 unit infrastruktur daerah yang terdampak, meliputi sekitar 1.900 ruas jalan dan 753 jembatan. Hingga kini, baru sekitar 72 persen jalan daerah yang berfungsi secara fungsional. Tantangan terbesar ada pada jembatan daerah yang baru tertangani sekitar 12 persen.

Kendala Perbaikan Jembatan

Lambatnya pemulihan jembatan daerah disebabkan oleh kerusakan struktur yang sangat parah, seperti putus total atau ambles. Hal ini memerlukan pemasangan jembatan darurat (bailey) dan pipa baja bergelombang (aramco).

"Jadi kita kerja hand in hand terus-terusan dengan TNI, Polri, dan masyarakat agar urusan jembatan ini bisa kita selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya," tambah Menteri PU.

Dengan terbukanya jalur-jalur utama ini, Dody memastikan bahwa seluruh bantuan logistik kini sudah dapat disalurkan sepenuhnya melalui jalur darat, meski proses perbaikan permanen tetap terus dikebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.