TIMES JAKARTA, JAKARTA – Cinta Quran Center menggelar wisuda mahasantri angkatan ke-2 dan ke-3 di Menara 165, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Bukan sekedar kelulusan, wisuda ini sekaligus momentum pelepasan generasi emas ini untuk terjun langsung di tengah masyarakat.
Cinta Quran Center merupakan kampus pendidikan dai yang berada di Tangerang Selatan. Para mahasantri di lembaga ini dibekali dengan kepemimpinan, public speaking, hingga wirausaha. Hal itu agar mereka mampu berdakwah secara efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
Mereka yang mengenyam di lembaga ini adalah para mahasantri pilihan dari seluruh provinsi di Indonesia dididik di Cinta Quran Center dengan beasiswa penuh. Termasuk mendapatkan fasilitas asrama, makan, dan fasilitas lain untuk menunjang aktifitas belajar mereka.
Dari pantauan TIMES Indonesia, acara wisuda di Jakarta Selatan tersebut dihadiri oleh beberapa public figure. Antara lain seperti Ivan Gunawan hingga dai nasional, KH. Fadlan Garamatan.
Direktur Cinta Quran Center, Syafaat Nuryadi mengatakan, santrinya akan mengemban tugas untuk berdakwah di tengah masyarakat. Sebagai dai Quran, para santri telah berwawasan Islami, berkarakter pemimpin, dan berjiwa pengusaha.
"Ini kali kedua kami melaksanakan wisuda, alhamdulillah hari ini ada 124 mahasantri yang diwisuda, terdiri dari 56 santri laki-laki dan 68 santri perempuan," katanya.
Menurutnya, Cinta Quran Center mempunyai komitmen untuk mencetak pendakwah. Lulusannya diharapkan mampu membawa nilai-nilai Quran ke berbagai lini, mulai dari dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan umat.
Cinta Quran Center sendiri merupakan kampus pendidikan dai Quran yang berlokasi di Tangerang Selatan dan fokus pada pembinaan calon dai Quran. Santrinya dibekali dengan kepemimpinan, public speaking, dan wirausaha, agar mampu berdakwah secara efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
Fatih Karim selaku Dewan Pembina Amazing Group yang membawahi pesantren ini menegaskan, selama masa pendidikan, para santri aktif berkontribusi dalam program pengabdian masyarakat, pembinaan pelajar, pengisian kajian keislaman, serta pengembangan media dakwah, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.
"Pesantren kami dibangun dari dana wakaf, didukung umat Islam, jadi ini milik umat Islam, maka lulusannya pun akan didedikasikan untuk menegakkan Islam," kata Fatih Karim.
Pihaknya juga mendapat dukungan dari Ivan Gunawan dalam upaya memenuhi kebutuhan para santri. Artis, presenter sekaligus pengusaha itu telah berdonasi untuk menjadi orang tua asuh.
"Bismillah, semoga kebaikan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berbuat kebaikan di mana pun berada," kata Ivan.
Ivan telah menyatakan komitmennya untuk menjadi orang tua asuh bagi 20 santri Cinta Quran Center. Hal itu ia lakukan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan dan dakwah generasi Qurani. Harapannya wisudawan dan wisudawati dapat menjadi duta dan menjujung tinggi nilai-nilai Al-Quran.
Cinta Quran Center mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai perjuangan mencetak dai melalui doa, dukungan, dan kontribusi terbaiknya, agar cahaya Al-Quran senantiasa menyinari generasi masa depan. (*)
| Pewarta | : Moh Ramli |
| Editor | : Imadudin Muhammad |