https://jakarta.times.co.id/
Berita

Jalan Raya Bogor Banjir, Kemacetan Panjang Mengular hingga Pertigaan HEK

Senin, 12 Januari 2026 - 18:55
Luapan Kali Baru Rendam Jalan Raya Bogor, Kemacetan Mengular Hingga Pertigaan HEK Banjir di Jalan Raya Bogor arah Pusat Grosir Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026). (Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Akses transportasi di Jalan Raya Bogor yang menuju ke arah Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami lumpuh parsial akibat genangan banjir. Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang sangat panjang hingga mencapai pertigaan HEK.

Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kramat Jati, Amirudin Siburian, menjelaskan bahwa meluapnya air disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. "Karena cuaca ekstrem belakangan ini, sehingga volume air dari Kali Baru banyak yang tumpah meluap ke Jalan Raya Bogor," kata Amirudin Siburian di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

Faktor Penyebab dan Dampak Kemacetan

Selain luapan air, keberadaan proyek galian di bahu jalan turut memperburuk situasi arus lalu lintas bagi kendaraan yang mengarah ke lampu merah PGC. Amirudin menyebutkan bahwa kapasitas kali sudah melampaui batas hingga merembet ke pemukiman warga.

"Ini kendalanya sebenarnya Kali Barunya penuh, meluap Kali Baru. Itu di perumahan warga Kelurahan Cililitan, RT 1/RW 15 itu sudah masuk air, disebabkan karena ketinggian air di Kali Baru sudah tidak dapat menampung lagi. Airnya meluap ke jalan raya," katanya.

Menurut penjelasannya, durasi hujan yang lama membuat ketinggian air sejajar dengan bibir kali, sehingga proses air surut menjadi terhambat. Fenomena ini terpantau sejak pagi hari.

"Dari pagi, durasi sekitar jam 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB. Tapi ini sudah mendingan, sudah mulai surut. Ya mudah-mudahan Kali Baru-nya secepatnya surut. Kalau air di Kali Baru-nya sudah turun di bawah baru kami pompa," ujar Amirudin.

Langkah Penanganan dan Koordinasi

Pihak kelurahan saat ini tengah melakukan upaya penyedotan air dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Namun, operasional pompa sangat bergantung pada penurunan debit air di aliran utama Kali Baru.

"Itu juga kita lagi koordinasi sama Pemadam (Damkar), dibantu sama pompa. Tapi percuma kita pompa kalau di sananya (kali) masih penuh. Menunggu di sana surut sedikit, baru kita pompa keluar ke Kali Baru-nya. Itu permasalahannya," tambahnya.

Meski fokus pada penanganan jalan raya, Amirudin mengakui belum melakukan pendataan mendalam terkait warga yang terdampak karena lokasi perumahan berada di wilayah administratif yang berbeda. "Warga saya tidak tahu persis ya, karena saya dari Kelurahan Kramat Jati. Infonya sih RT 1 RW 15 Kelurahan Cililitan (terdampak)," ucapnya.

Saat ini, satu unit pompa telah dikerahkan bersama tim Sumber Daya Air (SDA) untuk mempercepat pengeringan jalan agar akses lalu lintas kembali normal. "Dan kami juga lagi koordinasi dengan Damkar untuk pompa selanjutnya agar lebih mempercepat (penanganan) genangan air yang di jalan," tutup Amirudin. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.