TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menekankan urgensi adanya platform distribusi dengan jangkauan luas guna memfasilitasi gim hasil karya pengembang lokal agar lebih dikenal di pasar domestik maupun internasional.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, mengakui bahwa pembangunan ekosistem gim nasional masih menghadapi tantangan besar terkait akses pasar.
"Kami di kementerian memiliki mimpi itu. Tapi kendalanya tentu karena kita membangun secara ekosistem, jadi teman-teman pengembang kadang-kadang butuh pasar yang bisa diakses secara luas," ujar Neil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Neil menjelaskan bahwa saat ini mayoritas pengembang gim di tanah air lebih memilih mendistribusikan karya mereka melalui platform global seperti Playstore atau Appstore. Ada keraguan dari para pengembang untuk beralih ke platform lokal karena masalah visibilitas.
"Ini masalah seperti ayam dan telur ya, jadi kalau ditaruh di (platform) lokal, belum tentu yang lokalnya juga oh ini gim Indonesia, mereka belum kenal," tambahnya.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menata ulang ekosistem industri gim agar lebih terstruktur. Langkah ini diharapkan mampu membantu para pengembang tumbuh dan memperluas pangsa pasar mereka.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi serta infrastruktur pendukung untuk industri teknologi, termasuk gim. Dukungan ini mencakup kemudahan akses pembiayaan dan bantuan pemasaran produk.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut mempertegas komitmen tersebut. Ia menyatakan pentingnya sinergi antara kreativitas dan strategi bisnis agar gim lokal mampu bersaing di kancah global.
"Kreativitas developer Indonesia luar biasa, tetapi tanpa strategi monetisasi yang tepat, potensi mereka tidak akan maksimal," pungkas Irene. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kemenekraf Dorong Platform Lokal untuk Wadahi Ekosistem Gim Indonesia
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |