TIMES JAKARTA, JAKARTA – Aparat kepolisian terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok warga di kawasan Terowongan Manggarai, Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Bentrokan tersebut melibatkan warga Gang Tuyul (RW 04) dan warga dari RW 012. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Murodih, mengonfirmasi bahwa penggunaan gas air mata dilakukan sebagai langkah taktis agar massa segera membubarkan diri.
"Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," ujar AKBP Murodih saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Murodih menambahkan bahwa prioritas utama kepolisian adalah mengembalikan situasi agar kondusif sehingga tidak membahayakan masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas di area strategis tersebut.
Dampak bagi Penumpang Kereta
Terkait insiden ini, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengimbau para penumpang di Stasiun Manggarai untuk tetap tenang. Bagi pengguna jasa yang merasakan efek perih akibat paparan gas air mata di sekitar lokasi, petugas telah menyiapkan bantuan medis.
"Pengguna yang terkena efek gas air mata diarahkan petugas ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk diberikan penanganan pertama," jelas Karina.
Meskipun terjadi kericuhan di sekitar stasiun, operasional perjalanan Commuter Line dipastikan tidak mengalami kendala dan tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini, personel dari KAI Commuter bersama petugas Polsek Tebet terus bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya tawuran susulan.
Pihak berwenang meminta masyarakat dan penumpang kereta untuk selalu mengikuti instruksi petugas di lapangan serta tetap mengutamakan keselamatan selama situasi pemulihan berlangsung. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tawuran di Terowongan Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Massa
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |