TIMES JAKARTA, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Raja Denmark Frederik X menyerukan pembentukan Eropa yang lebih mandiri dalam forum ekonomi Prancis-Denmark.
Kedua pemimpin sepakat bahwa kedaulatan dan kemandirian strategis menjadi kunci menghadapi tantangan global.
Macron menegaskan, Eropa telah merasakan dampak buruk dari ketergantungan eksternal yang berlebihan, terutama dalam sektor energi dan pertahanan.
"Selama beberapa tahun ini, kami yakin --dan bisa saya katakan bahwa Denmark dan Prancis bersatu dalam hal ini-- bahwa kedaulatan, otonomi strategis, dan kemandirian sangatlah penting," ujar Macron.
Meski mengakui AS sebagai sekutu penting, Macron menyatakan tidak ada jaminan kepentingan Washington akan selalu sejalan dengan Eropa di masa depan.
Investasi Besar-Besaran di Sektor Kritis
Kedua pemimpin mendorong investasi bersama Eropa di tiga bidang utama:
-
Kesehatan – Membangun ketahanan sistem kesehatan pasca-pandemi.
-
Pertahanan – Memperkuat industri militer Eropa agar tidak bergantung pada pasokan luar.
-
Energi – Mengakselerasi transisi hijau dan mengurangi ketergantungan pada impor.
"Di semua bidang utama, kita harus mengembangkan program Eropa bersama, membelanjakan bersama, dan menciptakan pasar yang kuat demi pertahanan Eropa. Ini adalah tujuan yang harus kita tetapkan untuk diri kita sendiri," tegas Macron.
Daya Saing Eropa Terancam Jika Tidak Berinovasi
Macron mengkritik birokrasi Uni Eropa yang dinilai menghambat inovasi. Kompleksitas regulasi dinilai memperlambat daya saing Uni Eropa.
Raja Frederik X menambahkan, Eropa harus memperkuat interoperabilitas (kemampuan sistem bekerja sama lintas negara) dan keamanan siber untuk menghadapi ancaman global.
Kunjungan kenegaraan Raja Frederik X dan Ratu Mary selama tiga hari di Prancis (dimulai Senin) menjadi momentum mempererat kerja sama bilateral. "Saya yakin bahwa kami dapat lebih memperkuat hubungan bilateral dan membangun Eropa yang tangguh di masa depan," kata Raja Frederik X. (*)
Pewarta | : Antara |
Editor | : Faizal R Arief |