Soal Tenggelamnya KMP Yunicee, DPR RI Minta Evaluasi Standar Kelayakan Kapal
Keluarga korban tenggelam KMP Yunicee memadati area Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi (Foto : Rizki Alfian/ TIMESIndonesia)

Soal Tenggelamnya KMP Yunicee, DPR RI Minta Evaluasi Standar Kelayakan Kapal

Tenggelamnya kapal Feri KMP Yunicee di Selat Bali menjadi duka tersendiri bagi dunia transportasi di Indonesia. Atas insiden tersebut, Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra, Sumail Abdullah meminta dilakukan evaluasi serius terkait standar kelayakan operasi

TIMES Jakarta,Rabu 30 Juni 2021, 11:37 WIB
35.8K
A
Agung Sedana

BANYUWANGITenggelamnya kapal Feri KMP Yunicee di Selat Bali menjadi duka tersendiri bagi dunia transportasi di Indonesia. Atas insiden tersebut, Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra, Sumail Abdullah meminta dilakukan evaluasi serius terkait standar kelayakan operasi terhadap seluruh jasa penyeberangan.

Menurut putra daerah Banyuwangi yang mewakili Dapil III Jatim ini, seluruh jasa transportasi di Indonesia wajib memprioritaskan aspek-aspek keselamatan penumpang.

"Kedepan perlu evaluasi ketat penyelenggaraan transportasi laut baik dari segi kelayakan jalan maupun kelengkapan fasilitas penyelamatan," kata Sumail, Rabu (30/6/2021).

Jika hasil evaluasi ternyata moda transportasi tersebut tidak memiliki standar kelayakan, maka Ia meminta agar penyedia jasa atau stakeholder pemilik otoritas tidak memaksakan untuk tetap beroperasi.

"Keselamatan penumpang paling utama. Jadi jangan sampai memaksakan beroperasi dengan resiko mengorbankan keselamatan perjalanan," tegasnya.

article
Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra, Sumail Abdullah. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)

Agar peristiwa tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali ini tidak terulang lagi, Ia juga menekankan agar pihak terkait lebih selektif dalam memberikan izin kapal yang beroperasi.

"Maka ini perlu perhatian yang serius. Keselamatan itu prioritas agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.

Sementara ini, dilaporkan sebanyak 33 orang berhasil selamat, 6 orang meninggal dan sebanyak 14 orang lainnya hilang. Proses pencarian pun masih terus dilakukan hingga kini. Sejumlah kapal KRI dari TNI AL pun turut diperbantukan dalam upaya evakuasi korban yang hilang tersebut.

“Proses evakuasi harus secara intensif. Kalau perlu kolaborasi semua pihak, semakin banyak pencarian semakin maksimal. Dengan catatan, safety first," kata Sumail Abdullah.

Sumail menilai, sejauh ini banyak ditemukan transportasi penyeberangan yang terkesan memaksakan diri. Baik dari segi fisik kapal yang cukup tua maupun aspek kelengkapan keselamatan yang tidak mencukupi.

"Keselamatan penumpang ini prioritas. Karena sebagian besar kapal motor penumpang rata-rata itu bekas dan sudah tua. Sehingga perlu pengawasan yang sangat ketat. Ini perlu menjadi perhatian kita semua. Perlu peninjauan ulang demi keselamatan," tegas Sumail.

Secara pribadi Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra, Sumail Abdullah mengucapkan rasa duka yang mendalam bagi seluruh korban kapal Feri KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Agung Sedana
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.