Pemerintah Evaluasi Distribusi LPG 3 Kg Usai Insiden Pamulang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat di wilayah Palmerah Jakarta, Selasa,(4/2/2025).  (FOTO: Farid Abdullah/ TIMES Indonesia).

Pemerintah Evaluasi Distribusi LPG 3 Kg Usai Insiden Pamulang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan permohonan maaf atas insiden antrean pembelian LPG 3 kg di Tangerang Selatan, Banten, yang berujung pada korban jiwa.

TIMES Jakarta,Selasa 4 Februari 2025, 18:51 WIB
7.3K
F
Farid Abdullah Lubis

JAKARTAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan permohonan maaf atas insiden antrean pembelian LPG 3 kg di Tangerang Selatan, Banten, yang berujung pada korban jiwa.

“Kami pemerintah, pertama memohon maaf kalau ini terjadi, karena ini semata-mata kami lakukan untuk penataan,” ujar Bahlil saat meninjau pangkalan LPG di Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Pemerintah, kata Bahlil, terus menyempurnakan kebijakan distribusi LPG 3 kg agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengubah status pengecer menjadi sub-pangkalan, sehingga mereka bisa kembali menjual gas bersubsidi secara resmi.

“Pengecer adalah ujung tombak distribusi. Karena itu, kami izinkan mereka beroperasi kembali dengan status baru sebagai sub-pangkalan,” jelasnya.

Saat ini, sudah ada sekitar 370 ribu pengecer yang terdaftar sebagai sub-pangkalan. Bagi yang belum terdaftar, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Pertamina untuk memberikan sistem aplikasi guna mempercepat proses peralihan.

Bahlil juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yonih (62), warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan. 

Insiden Antrean LPG 3 Kg

Yonih diduga mengalami kelelahan setelah antre untuk mendapatkan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi di wilayah tersebut pada Senin (3/2/2025). 

Ketua Rukun Tetangga (RT) 001, Pamulang Barat, Saeful, menyampaikan kabar duka bahwa Yonih diduga meninggal akibat kelelahan, yang menjadi faktor utama dalam kejadian tersebut.

Ia menceritakan bahwa almarhumah ikut antre di pangkalan gas elpiji yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mendapatkan tabung gas, almarhumah pulang dan sempat beristirahat di tengah perjalanan.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah melihat kondisi almarhumah yang memerlukan penanganan medis, keluarga segera membawa Yonih ke rumah sakit terdekat. Namun, almarhumah diketahui telah mengembuskan napas terakhir sebelum tiba di rumah sakit. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Farid Abdullah Lubis
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.