TIMES JAKARTA, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzhar Simanjuntak menegaskan petugas haji harus menjalankan tugasnya dalam melayani jemaah haji bukan nebeng haji.
“Petugas haji itu orientasi utamanya itu adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” tegas Wamenhaj Dahnil Anzhar Simanjuntak usai menutup Training of Trainer (ToT) di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Wamenhaj Dahnil Anzhar Simanjuntak, pelatihan yang panjang bagi para petugas haji bertujuan untuk meningkatkan integritas, kedisiplinan, kerjasama tim sekaligus meluruskan niat bahwa petugas haji bertugas untuk melayani.
“Jadi, kami ingin luruskan dulu niatnya semuanya, karena kan ada juga beberapa petugas yang belum naik haji. Nah, oleh sebab itu kami akan pastikan niat utamanya terlebih dahulu itu adalah pelayanan terhadap jamaah,” ucapnya.
Menurutnya yang menjadi perhatian bagi petugas haji tahun ini adalah kedisiplinan dan kerjasama tim yang dinilai kurang pada tahun sebelumnya. “Oleh sebab itulah kemudian kita ingin memperbaiki itu semuanya dengan pendekatan kerja tim yang kuat,” ujarnya.
Wamenhaj menjelaskan selama pelatihan, petugas haji nanti akan dilatih baris berbaris sebagai awal dari ketertiban dan kedisiplinan serta latihan fisik karena 90 persen kerja petugas haji berkaitan dengan fisik. “Saya sering menyebutnya ini kerjanya 25 jam loh. tidak berhenti, termasuk nanti MCH (Media Center Haji). Anda harus siap lari-lari,” jelasnya.
Selain persiapan fisik, Dahnil juga menekankan petugas haji harus mempersiapkan waktu karena pelatihan yang akan berlangsung 20 hari sejak 10 hingga 30 Januari 2026 nanti. Menurutnya jika ada petugas haji yang mengeluhkan waktu pelatihan, lebih baik mengundurkan diri.
“Kalau anda nggak siap, nggak usah ikut. Kenapa? Karena yang mau jadi petugas haji itu ngantri jutaan orang. Jadi yang mau mengikuti aturan yang sudah kami buat, punya dedikasi penuh, ya silahkan ikut,” ungkapnya.
Dahnil mengungkapkan Kemenhaj akan memberikan apresiasi bagi petugas haji yang berprestasi yang nantinya melalui dirjen akan dinilai termasuk petugas MCH.
“Kalau MCHnya bagus, kerja-kerjanya bagus, ukuran bagusnya apa? Dedikasinya terhadap jemaah, dedikasinya terhadap pelayanan itu baik, ya kami kasih kesempatan lebih baik atau lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya,” tandasnya. (*)
| Pewarta | : Ahmad Nuril Fahmi |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |