Korban Meninggal Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mencapai 708 Jiwa, Ratusan Masih Hilang
TIMES Jakarta/Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari (tengah) konferensi pers update penanganan bencana banjir, longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Selasa (2/12/2025). (ANTARA/Anita Permata Dewi)

Korban Meninggal Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mencapai 708 Jiwa, Ratusan Masih Hilang

BNPB update korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 708 jiwa meninggal, ratusan hilang. Distribusi logistik dipercepat via jalur darat, laut, dan udara.

TIMES Jakarta,Selasa 2 Desember 2025, 21:50 WIB
9.6K
A
Antara

JAKARTAKorban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Hingga Selasa (3/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal mencapai 708 jiwa, dengan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memaparkan rincian korban per provinsi dalam konferensi pers daring di Jakarta:

Daerah yang paling terdampak di Sumatera Utara adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara.

Distribusi Logistik Dipercepat Tiga Jalur

Untuk memenuhi kebutuhan darurat, BNPB mempercepat distribusi bantuan melalui tiga moda transportasi: darat, laut, dan udara.

  • Jalur Darat: Enam truk dengan total muatan 90 ton logistik telah diberangkatkan menuju Sumut.

  • Jalur Laut: Sebanyak 100 ton beras dari Jakarta sedang dalam perjalanan via laut menuju Pelabuhan Sibolga untuk kemudian didistribusikan lebih lanjut.

  • Jalur Udara: Saat ini telah disiagakan 7 unit helikopter di Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Kekuatan ini akan ditambah dengan 3 helikopter TNI dan 4 helikopter BNPB.

Abdul Muhari menjelaskan pentingnya jalur udara untuk menjangkau daerah terisolir, “Distribusi via udara sangat penting untuk mencapai daerah-daerah yang saat ini belum bisa ditempuh dengan jalur darat, meskipun tonasenya terbatas antara 800 kg hingga 1,5 ton per penerbangan.”

Guna meningkatkan kapasitas angkut udara, BNPB bersama TNI, Polri, dan Basarnas berencana menambah frekuensi penerbangan dan jumlah armada. “Kita targetkan pengerahan hingga 30 unit, baik helikopter maupun pesawat caravan,” pungkas Abdul Muhari.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.