Kemenekraf Fokus Genjot 7 Subsektor Prioritas demi Kejar Target RPJMN 2029
Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Cecep Rukendi menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Kemenekraf Fokus Genjot 7 Subsektor Prioritas demi Kejar Target RPJMN 2029

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai industri kreatif Indonesia memiliki resiliensi tinggi terhadap dinamika global, didorong investasi besar di subsektor aplikasi dan fesyen.

TIMES Jakarta,Jumat 30 Januari 2026, 22:20 WIB
8K
A
Antara

JakartaDeputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Cecep Rukendi, menilai industri kreatif memiliki ketahanan atau resiliensi yang kuat di tengah tantangan serta dinamika perekonomian dan geopolitik global.

Menurut Cecep, kekuatan utama ekonomi kreatif terletak pada nilai tambah dari kreativitas yang tidak terbatas. Karakteristik produk kreatif yang unik dan memiliki pasar khusus membuatnya tidak mudah goyah oleh fluktuasi ekonomi dibandingkan barang produksi massal.

“Ekonomi kreatif ini sangat resilien sebenarnya, karena kuncinya adalah nilai tambah dari kreativitas yang terkadang harganya tanpa batas. Kami memiliki pasar khusus yang menyukai produk dan jasa kreatif,” ujar Cecep saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Fokus 7 Subsektor Prioritas

Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Ekraf fokus mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif sesuai amanat Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029. Dari jumlah tersebut, pemerintah menetapkan tujuh subsektor prioritas, yakni: kuliner, fesyen, kerajinan (kriya), aplikasi digital, gim, film, dan musik.

Langkah ini menyusul tren positif minat investasi pada produk kreatif Indonesia. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah Kemenekraf menunjukkan performa impresif sepanjang triwulan I-III tahun 2025.

Subsektor aplikasi menjadi primadona dengan nilai investasi tertinggi mencapai Rp40,94 triliun. Cakupan subsektor ini meliputi teknologi finansial (fintech), e-commerce, aplikasi berbasis AI, hingga platform hiburan.

Capaian Investasi Subsektor Ekraf

Selain aplikasi, sejumlah subsektor lain juga mencatatkan angka investasi yang signifikan seperti fesyen: Rp26 triliun, kriya: Rp22,37 triliun, kuliner: Rp20,38 triliun, musik: Rp4,25 triliun, pengembang gim: Rp1,86 triliun, serta film, animasi, dan video: Rp1,64 triliun

“Ke depan, kami akan terus tingkatkan enabler dari ekosistem ini agar tujuh subsektor prioritas ini semakin meningkat kontribusinya. Terutama film dan musik yang sudah menjadi champion di dalam negeri, diharapkan juga menjadi juara di tingkat internasional,” pungkas Cecep. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.