Ekonomi

Ketua Apdampindo Minta BPOM Tak Keluarkan Revisi Aturan Label Pangan

Selasa, 07 Desember 2021 - 15:33
Ketua Apdampindo Minta BPOM Tak Keluarkan Revisi Aturan Label Pangan Depot Isi Ulang (Foto: iStock)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Ketua Asosiasi Pemasok dan Distributor Depot Air Minum Indonesia (Apdampindo) Budi Dharmawan menolak pelabelan galon PC yang direncanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Dikatakannya, masalah risiko pada galon guna ulang yang mengandung Bisphenol –A (BPA) dapat berdampak bagi pengusaha kecil khususnya depo air isi ulang yang telah mendapatkan izin edar selama lebih dari 30 tahun.

Budi menyampaikan hal tersebut karena belakangan ini muncul guna ulang yang mengandung BPA. Diketahui sebelumnya, penggunaan galon guna ulang telah menjadi air minum yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sejak puluhan yang lalu. Dengan munculnya produk AMDK dengan galon kemasan sekali pakai serta munculnya berita tersebut tentu membuat para pengusaha kecil merasa resah.

Senada dengan Budi, Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo), Erik Garnadi juga mengatakan isu BPA pada galon guna ulang dan dorongan terhadap pelabelan galon oleh BPOM adalah persaingan usaha. Ia juga menyesalkan munculnya isu miring tersebut yang notabene mempengaruhi jalannya usaha bagi masyarakat kecil.

Ia menjelaskan bahwa usaha depot air munum ini juga telah dilindungi Undang-Undang Permenkes No 43 Tahun 2014 Tentang Higienis dan Sanitasi Depot Air Minum.

depo isi Ulang a

“Kami menjalankan usaha dengan aturan kesehatan yang ketat. Juga ada aturan yang diterbitkan Kemenperin dan Perdagangan No 651/MPP/KEP/10-2004 tentang Persyaratan Teknis Air Minum dan Perdagangan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, termasuk penggunaan kemasan galon berbahan polycarbonate (PC)," katanya kepada wartawan, Selasa (7/12/21).

Dengan beredarnya isu galon guna ulang berbahan Policarbonat yang dituding mengandung Bisfenol A (BPA). Para pengusaha kecil ini meminta agar para penyebar isu itu ditindak, sebab telah mengganggu usaha kecil karena Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengategorikan info mengenai bahaya BPA dalam galon guna ulang itu sebagai disinformasi.

Sementara, Rosmin Sinaga, yang sudah menggeluti usaha depot air isi ulang selama 5 tahun mengaku sangat dirugikan dengan adanya isu BPA. Pelanggannya turun drastis.

"Omzet saya turun drastis. Sebelumnya dalam sehari saya bisa menjual 50 galon, tapi dengan hoaks ini menjual 15 galon saja sangat sulit," ujar Rosmin.

Di sisi lain, masyarakat yang telah terbiasa mengkonsumsi air minum dengan kemasan galon isi ulang pun turut resah. Mereka mengaku telah bertahun tahun mengonsumsi air minum dari galon guna ulang dan tidak ada dampak negatif yang dirasakan.

Penolakan upaya pelabelan galon AMDK yang telah digaungkan oleh Kemenperin, ASPADIN dan pengusaha depo air isi ulang seharusnya BPOM tidak mengeluarkan revisi peraturan label pangan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau mendengar suara pengusaha kecil yang masih terdampak oleh pandemi. (d)

Pewarta : Joko Wiyono
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.