Rupiah Tembus Rp17.926, Alarm Baru bagi Ekonomi Nasional
Ilustrasi - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level psikologis baru 17.900. (Foto: AI TIMES Indonesia)

Rupiah Tembus Rp17.926, Alarm Baru bagi Ekonomi Nasional

Rupiah melemah hingga Rp17.926 per dolar AS. Kenaikan harga minyak dunia, konflik Timur Tengah, dan kuatnya dolar memicu kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia.

TIMES Jakarta,Rabu 3 Juni 2026, 12:05 WIB
768
H
Hendarmono Al Sidarto

JAKARTA – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali meningkat. Pada perdagangan hari ini, mata uang Garuda menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang tren pelemahan yang dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai gejolak geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama melemahnya rupiah. Situasi tersebut telah mendorong lonjakan harga minyak dunia sekaligus memperkuat posisi dolar AS di pasar keuangan internasional.

"Hari ini rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya harga minyak mentah dunia. WTI berada di level 94,58 dolar AS per barel, sementara Brent crude oil menguat ke 96,72 dolar AS per barel," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, ketidakpastian pasar semakin meningkat setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan titik terang. Di saat yang sama, eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel turut memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Kondisi tersebut membuat harga minyak bertahan pada level tinggi dan berpotensi memperpanjang tekanan inflasi di Amerika Serikat. Dampaknya, ruang bagi bank sentral AS, The Fed, untuk mempertahankan suku bunga tinggi masih terbuka, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.

Ibrahim mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat The Fed masih memberikan sinyal kehati-hatian terhadap inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

"Kita lihat salah satu pejabat bank sentral AS, Hammack, menyampaikan bahwa tindakan lebih cepat mungkin diperlukan apabila tren inflasi tidak menunjukkan penurunan. Ini mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka pada 2026," katanya.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk impor energi seiring tingginya harga minyak global. Selain itu, permintaan valuta asing untuk pembayaran dividen perusahaan serta kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo turut menambah tekanan terhadap kurs rupiah.

Ia juga menyoroti meningkatnya minat sebagian masyarakat untuk menempatkan dana pada instrumen berbasis valuta asing, yang pada akhirnya memperbesar permintaan dolar di pasar domestik.

Untuk meredam tekanan tersebut, Ibrahim menilai pemerintah perlu memperkuat stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai langkah strategis yang berorientasi pada daya beli masyarakat dan ketahanan sektor riil.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan pasokan barang tetap terjaga, terutama komoditas impor yang rentan terdampak pelemahan rupiah. Selain itu, program bantuan sosial perlu diperkuat agar mampu menjaga konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan industrialisasi dan pengembangan ekonomi biru sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Kita harus mendorong industrialisasi dan ekonomi biru. Sampai hari ini tantangannya masih besar. Padahal sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh daya beli masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Ibrahim menilai transformasi digital dan penyederhanaan regulasi investasi harus terus dipercepat untuk menarik arus modal asing masuk ke Indonesia. Perbaikan iklim investasi, menurutnya, menjadi kunci memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah dan panjang.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hendarmono Al Sidarto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.