Tips Mengatur Keuangan Agar Tidak Boncos Setelah Lebaran
Ilustrasi : Kemampuan mengelola keuangan dengan bijak menjadi kunci agar semangat hari raya tidak berubah menjadi beban finansial. (FOTO: Freepik.com)

Tips Mengatur Keuangan Agar Tidak Boncos Setelah Lebaran

Tanpa pengelolaan yang baik, sisa anggaran bulanan bisa habis sebelum waktunya dan memicu masalah keuangan di minggu-minggu berikutnya.

TIMES Jakarta,Sabtu 21 Maret 2026, 17:45 WIB
170
M
Mutakim

JAKARTAPasca perayaan Lebaran, banyak orang mulai merasakan tekanan pada kondisi keuangan.

Pengeluaran selama momen hari raya mulai dari kebutuhan mudik, belanja pakaian baru, hingga pemberian uang kepada kerabat sering kali membuat anggaran rumah tangga terkuras lebih cepat dari perkiraan.

Momentum setelah Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk kembali menata kondisi finansial.

Tanpa pengelolaan yang baik, sisa anggaran bulanan bisa habis sebelum waktunya dan memicu masalah keuangan di minggu-minggu berikutnya.

Kiat Kelola Anggaran Pasca Lebaran

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

1. Evaluasi pengeluaran selama Lebaran

Langkah pertama yang penting dilakukan adalah mencatat kembali seluruh pengeluaran selama masa hari raya.

Dengan melihat data pengeluaran secara rinci, seseorang dapat mengetahui pos mana yang paling banyak menyerap anggaran. Evaluasi ini juga berguna untuk menjadi bahan perencanaan keuangan pada momen Lebaran di tahun berikutnya.

2. Prioritaskan kebutuhan pokok

Setelah periode pengeluaran besar, penting untuk kembali fokus pada kebutuhan utama seperti biaya makan, transportasi, dan tagihan rutin bulanan.

Menunda pembelian barang yang tidak mendesak dapat membantu menjaga keseimbangan anggaran.

Mengatur ulang prioritas pengeluaran akan membuat kondisi keuangan lebih terkendali hingga akhir bulan.

3. Buat kembali anggaran bulanan

Menyusun ulang anggaran menjadi langkah penting setelah Lebaran. Anggaran baru perlu menyesuaikan dengan sisa dana yang tersedia agar pengeluaran tetap terkontrol.

Membagi dana ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan harian, tabungan, dan dana darurat dapat membantu menjaga disiplin finansial.

4. Hindari utang konsumtif

Menggunakan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan konsumtif setelah Lebaran sebaiknya dihindari. Jika tidak dikelola dengan baik, utang dapat menambah beban keuangan di bulan-bulan berikutnya.

Lebih baik menunda keinginan membeli barang tertentu hingga kondisi finansial kembali stabil.

5. Mulai kembali kebiasaan menabung

Setelah situasi keuangan mulai stabil, penting untuk kembali membangun kebiasaan menabung.

Menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan secara rutin dapat membantu memulihkan kondisi keuangan secara bertahap. Selain itu, tabungan juga berfungsi sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kebutuhan mendesak.

Pada akhirnya, Lebaran memang identik dengan kebahagiaan dan berbagi.

Namun setelah perayaan usai, kemampuan mengelola keuangan dengan bijak menjadi kunci agar semangat hari raya tidak berubah menjadi beban finansial di hari-hari berikutnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Mutakim
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.