Siap Tayang, Film 'Aku Harus Mati' Ajak Penonton Merenungkan Ambisi dan Validasi
Jumpa pers dan screening film 'Aku Harus Mati' (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Siap Tayang, Film 'Aku Harus Mati' Ajak Penonton Merenungkan Ambisi dan Validasi

Film horor Aku Harus Mati tayang 2 April 2026, mengangkat kisah ambisi, utang, dan pencarian jati diri dengan pesan refleksi tentang bahaya mengejar validasi semu.

TIMES Jakarta,Jumat 27 Maret 2026, 08:12 WIB
1.4K
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTADunia film tanah air kembali diramaikan dengan hadirnya karya baru bertajuk  'Aku Harus Mati' yang akan tayang di bioskop pada 2 April 2026 mendatang.

Film yang disutradarai oleh Hestu Saputra dan penulis Aroe Ama menceritakan hal-hal yang dekat dengan masyarakat dan relevan dengan masa sekarang. 

Cerita soal ego dan nafsu belaka dituturkan film 'Aku Harus Mati' karya Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto.

Film ini menjadi spesial karena menjadi film horor yang memberikan pesan kuat terkait refleksi diri dan bahaya menuruti nafsu belaka. 

“Film 'Aku Harus Mati' akan mengajak kita untuk berpikir, apakah mereka yang rajin flexing di media sosial, murni sukses hasil kerja keras?” ucap Executive Producer Irsan Yapto saat screening dan prescon di Jakarta dikutip pada Jumat (27/3/2026). 

Dibintangi Hana Saraswati yang berperan sebagai Mala, Amara Sophie sebagai Tiwi dan Prasetya Agni sebagai Nugra, film bergenre horor ini menyajikan cerita dan karakter yang kuat dalam setiap perannya. 

Mala yang merupakan sosok yatim piatu yang dibesarkan disebuah panti dan terlena akan validasi setelah mencicipi kehidupan glamor di kota besar, membuatnya terjebak hutang hingga dikejar debt collector. 

Berusaha lari dari kenyataan, Mala kembali ke panti asuhan tempatnya dibesarkan untuk menemui sahabat lamanya, Tiwi dan Nugra serta sosok orang tuanya, Ki Jogo (Bambang Paningron.

Sesampainya di panti, Mala mendapati bahwa dirinya dalam bahaya. Bersama kedua sahabatnya. Mala melakukan perjalanan penuh misteri untuk menguak rahasia gelap masa lalu sebuah keluarga yang menjadi kunci utama untuk menemukan jati dirinya yang hilang.

“Lewat film 'Aku Harus Mati', kami ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali. bagaimana ambisi dan kebutuhan akan validasi bisa membuat seseorang kehilangan arah,” kata Sutradara Hestu Saputra. 

Baik Hestu dan Hana, keduanya menegaskan, film ini menjadi pengingat bahwa keindahan dunia sering kali menipu dan ketahuilah, kesuksesan sejati seharusnya datang dari proses kerja keras dan integritas. 

“Sukses jalur kilat itu tidak ada dan tidak pernah ada,” tandas pemeran karakter Mala yang menjadi pemeran utama dalam film 'Aku Harus Mati'. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.